Beberapa Jam Setelah Serangan Kejutan Iran ke Yordania, AS-Saudi Balas Hantam Target di Irak
M-Radar News – Iran melancarkan serangan rudal balistik kejutan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Selasa malam, 28 Juli 2026. Serangan ini terjadi bersamaan dengan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembakkan beberapa rudal balistik dari dalam wilayah Iran. Seluruh rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara AS, tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan signifikan. CENTCOM menyatakan pasukan AS tetap dalam siaga tinggi.
Serangan ini merupakan serangan preemptif pertama yang dilakukan Iran, berbeda dengan pola sebelumnya di mana Teheran hanya merespons setelah serangan AS. Iran menyatakan bahwa serangan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ‘tindakan ilegal dan jahat’ AS.
Beberapa jam setelah serangan Iran, Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Irak yang terkait dengan milisi pro-Iran. Sasaran meliputi lokasi logistik dan gudang senjata.
CENTCOM menyebut, operasi ini sebagai respons terhadap lebih dari 30 serangan drone oleh IRGC dalam 72 jam terakhir. Arab Saudi juga mengumumkan keberhasilan mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak di wilayah timur.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat drastis setelah AS menghentikan serangan dua pekan pada 24 Juli. Trump sebelumnya menyatakan, ada ‘peluang bagus’ untuk negosiasi, namun serangan ini menunjukkan eskalasi baru. Harga minyak melonjak lebih dari 4 persen setelah serangan dilaporkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












