Nepal Batalkan Penolakan Bantuan Asing untuk Penanganan Banjir Bandang

Nepal Batalkan Penolakan Bantuan Asing untuk Penanganan Banjir Bandang

M-Radar News, Nepal – Pemerintah Nepal resmi membatalkan keputusan sebelumnya yang menolak bantuan asing dalam operasi penyelamatan pascabanjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok pada akhir Agustus 2026. Langkah ini diambil setelah tekanan dari komunitas internasional dan kebutuhan mendesak untuk mempercepat evakuasi serta identifikasi korban.

Banjir bandang yang terjadi pada 26 Agustus 2026 di Sungai Bhote Koshi menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan lebih dari 626 orang. Awalnya, banjir ini diduga akibat gempa bumi dan tanah longsor, namun lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi bahwa penyebab utama adalah runtuhnya gletser secara masif.

Pada awalnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri, menyatakan bahwa Nepal tidak memerlukan bantuan asing dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, tingginya kompleksitas bencana dan banyaknya korban dari berbagai negara mendorong pemerintah mengubah kebijakan tersebut. Sekarang, Nepal mengizinkan kehadiran tim pencarian dan penyelamatan serta ahli asing secara terbatas di wilayah tertentu.

Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menegaskan bahwa pakar asing sangat membantu terutama dalam proses identifikasi jenazah agar korban dapat segera diserahkan kepada keluarga. Selain itu, berbagai negara dan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa telah memberikan bantuan keuangan untuk mendukung pemulihan infrastruktur dan penanganan bencana.

Malaysia merespons dengan mengirim Tim Pencarian dan Penyelamatan Khusus (SMART) serta menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS. Tim ini juga bertugas membantu evakuasi warga negara Malaysia yang terdampak dan memastikan koordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia di Nepal.

Operasi evakuasi terus berjalan dengan Badan Pariwisata Nepal melaporkan berhasil mengevakuasi 184 wisatawan asing. Namun, masih terdapat sekitar 420 turis yang terputus komunikasi dan belum ditemukan, sehingga fokus utama tim penyelamat saat ini adalah memulihkan jalur komunikasi dan menyisir daerah terdampak untuk menemukan korban yang hilang.

Banjir bandang ini memberikan dampak besar secara sosial dan ekonomi di Nepal, memicu respon cepat dari pemerintah dan komunitas internasional untuk menanggulangi krisis kemanusiaan ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup