Penemuan Ratusan Senjata dan Dugaan Penyalahgunaan Dana di Yayasan Sekolah Pondok Pinang

Penemuan Ratusan Senjata dan Dugaan Penyalahgunaan Dana di Yayasan Sekolah Pondok Pinang

M-Radar News, Jakarta – Polisi menemukan ratusan senjata jenis air soft gun dan satu pucuk senjata api di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Penemuan ini berawal dari sengketa internal pengurus yayasan sekolah yang mengungkap dugaan penyelewengan dana hingga Rp 2 miliar oleh eks ketua yayasan, Indra Wargadalem.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjelaskan bahwa Indra diberhentikan setelah ditemukan sertifikat tanah yang dibeli menggunakan dana sekolah atas nama istrinya yang juga anggota pembina yayasan. Setelah pengurus baru mengambil alih, mereka membuka ruang yang sebelumnya terkunci dan menemukan 995 pucuk senjata, mayoritas berupa senapan angin dengan izin resmi, serta satu senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.

Kepolisian Polda Metro Jaya memastikan bahwa dari 996 senjata ditemukan, 995 adalah senapan angin dengan dokumen impor yang sah, sedangkan senjata api yang ditemukan terdaftar atas nama seorang yang telah meninggal dunia. Barang-barang tersebut kini diamankan di gudang Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Selain senjata, polisi juga menemukan narkotika jenis ganja dan sabu di lingkungan sekolah, yang sedang ditindaklanjuti oleh Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan. Kuasa hukum Indra, Alhadid Endar Putra, menyatakan bahwa kliennya tidak bertanggung jawab atas temuan narkoba karena sudah tidak memiliki akses ke yayasan sejak April 2026 akibat konflik internal yang menyebabkan saling pemecatan di tingkat pembina.

Sengketa kepengurusan yayasan menjadi kunci terungkapnya temuan ini. Sengketa tersebut memicu pemeriksaan dan pengusutan terhadap pengelolaan yayasan dan sekolah. Indra yang kini menggugat pemecatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, mengklaim pemecatan dilakukan sepihak. Sidang pembuktian atas gugatan tersebut dijadwalkan pekan depan. Sementara itu, pengurus baru yayasan berupaya menelusuri asal-usul, legalitas, dan penguasaan senjata serta keterkaitan dengan dana yayasan.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan pengelolaan dana dan aset di lingkungan pendidikan, serta implikasi hukum dari kepemilikan dan penggunaan senjata di institusi sekolah. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan keterlibatan pihak-pihak terkait dan menindaklanjuti temuan narkoba yang juga menguatkan dugaan pelanggaran hukum di yayasan tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup