AI Diam-diam Menjadi ‘Pihak Ketiga’ dalam Hubungan Asmara
M-Radar News, Kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran baru dalam hubungan antarmanusia. Sebuah survei Pew Research Center menemukan satu dari lima orang dewasa berusia 18–29 tahun menggunakan chatbot AI untuk dukungan emosional atau saran. Survei YouGov juga mencatat 13 persen orang dewasa di AS, dan 23 persen di bawah 30 tahun, pernah membagikan rahasia atau masalah dengan chatbot yang belum pernah mereka ceritakan kepada manusia.
Lindsey Hall, seorang penulis asal Texas, curiga pria yang dia kencani menggunakan AI. Saat ditanya apa yang membuatnya ingin bersama Lindsey, pria itu menjawab, “Kamu menyenangkan, pintar, cantik.” Lindsey menilai jawaban itu sangat dingin, formal, dan khas ChatGPT. “Saya langsung merasa tidak tertarik,” ujarnya.
Suatu malam, sekitar lima bulan berpacaran, Lindsey tidak sengaja melihat percakapan pria itu dengan ChatGPT. Dalam percakapan tersebut, pria itu mengungkapkan keraguan serius tentang hubungan mereka. “Saya tidak bangga padanya,” tulisnya. Pria itu minta maaf setelah dihadapkan, dan mereka bertahan beberapa bulan sebelum putus. “Saya merasa seperti menjalin hubungan dengan saya, dia, dan robot,” kata Lindsey.
Para ahli psikologi, hubungan, dan AI mengatakan masalah bisa muncul ketika orang mulai mengandalkan AI daripada berbicara dengan pasangan. Chatbot juga cenderung memberikan validasi berlebihan, sehingga pengguna sulit berempati dengan pasangan atau melihat sisi lain dari situasi.
Rachel Wood, peneliti psikologi siber dan pendiri AI Mental Health Collective, mengatakan dampak AI pada hubungan manusia bisa lebih besar daripada dampaknya pada pekerjaan. “AI menggeser fondasi relasional masyarakat,” katanya.
Ashleigh Golden, psikolog klinis berlisensi yang bekerja pada AI dan kesehatan mental, menjelaskan bahwa curhat pada chatbot terasa lebih mudah karena tidak ada risiko sosial. Chatbot juga bisa memvalidasi perasaan pengguna, sementara pasangan atau teman mungkin mendorong refleksi diri.
Menurut Wood, ketergantungan berlebihan pada AI bisa melemahkan keterampilan yang dibutuhkan untuk hubungan antarmanusia. Hal ini perlu diwaspadai, terutama ketika penggunaan AI untuk dukungan emosional terus meningkat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











