Menkes Ungkap Tingginya Kematian Akibat TBC di Indonesia, 2 Orang Meninggal Setiap 5 Menit
M-Radar News, Jombang – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap tingginya angka kematian akibat Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, yang mencapai 120-140 ribu orang meninggal setiap tahun. Angka tersebut berarti setiap 5 menit ada 2 orang meninggal dunia akibat penyakit ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC menggunakan rontgen dada di SMA A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Menurut Menkes, jumlah kematian akibat TBC ini bahkan lebih tinggi dibandingkan kematian akibat Covid-19.
Fakta Utama Tentang TBC di Indonesia
Indonesia, menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC terbanyak setelah India. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Tanah Air.
Menkes menjelaskan, bahwa meskipun obat TBC tersedia, angka kematian tetap tinggi karena proses skrining yang masih memakan waktu lama. Skrining ini memerlukan alat seperti rontgen dada dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang sering kali sulit diakses atau memakan waktu.
Penjelasan Mengenai Kendala Skrining TBC
Menkes Budi menyoroti, bahwa keterlambatan dalam mendeteksi TBC menjadi faktor utama tingginya angka kematian. Proses skrining yang lambat menyebabkan pasien terlambat mendapatkan pengobatan yang efektif.
“Padahal obatnya ada. Namun, kematian banyak terjadi karena skriningnya masih sulit dan lama, terutama karena harus menggunakan X-ray atau tes PCR terlebih dahulu,” ujar Menkes.
Konteks dan Dampak Tingginya Angka Kematian
TBC yang merupakan penyakit menular membutuhkan penanganan cepat dan tepat agar tidak menyebar luas dan menyebabkan kematian. Tingginya angka kematian akibat TBC mencerminkan perlunya peningkatan akses dan kecepatan dalam skrining serta pengobatan.
Program Cek Kesehatan Gratis dan skrining TBC yang berlangsung di Jombang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini dengan mendeteksi dini kasus TBC di masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan menekan penyebaran TBC di Indonesia.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan layanan skrining dan pengobatan TBC. Namun, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga sangat penting.
Deteksi dini dan pengobatan tepat waktu adalah kunci utama dalam menekan angka kematian akibat TBC yang masih tinggi di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












