Madura United Kembali Hidupkan Tradisi Launching Tim di Pesantren
M-Radar News, Bangkalan – Madura United kembali menggelar tradisi launching tim yang berbeda dengan mengadakan prosesi pengenalan skuad di Pondok Pesantren Nurul Kholil, Bangkalan, pada Jumat (14/8/2026).
Pada kesempatan ini, seluruh pemain, baik lokal maupun asing, tampil mengenakan peci dan sarung yang identik dengan santri, memperlihatkan kekompakan dan penghormatan terhadap budaya setempat.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menyatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus doa bersama kepada para santri dan kiai agar tim mendapatkan berkah dan kesuksesan di musim kompetisi 2026-2027.
“Kami berharap doa para santri dan kiai dapat dikabulkan oleh Allah SWT untuk mendukung perjalanan tim pada musim mendatang,” ujar Achsanul Qosasi dikutib bolaskor, Selasa (18/8/2026).
Tradisi launching tim di pesantren ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Madura United. Pada musim 2023-2024, tim tersebut melakukan peluncuran skuad di Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan.
Meski menghadapi berbagai tantangan sepanjang musim, Madura United mampu mencapai final Championship Series melawan Persib Bandung, membuktikan bahwa ikhtiar dan doa memiliki peran penting dalam meraih prestasi.
Achsanul Qosasi berharap, tradisi ini menjadi awal yang baik untuk Madura United agar kembali bertarung di papan atas pada musim baru. Harapan tersebut didasari pengalaman sebelumnya, yang menunjukkan efek positif dari kegiatan launching di pesantren.
Pada prosesi launching kali ini, seluruh pemain hadir kecuali Jordy Wehrmann yang sedang menjalani masa pemulihan pascaoperasi akibat cedera bahu saat memperkuat Indonesia All-Star melawan Aston Villa.
Tim medis Madura United memutuskan tindakan bedah untuk menangani robekan labrum pada bahu kanannya. Dokter tim, dr. Irsyad Ramadhan, memastikan kondisi pemain tersebut stabil dengan estimasi pemulihan sekitar tiga bulan melalui program fisioterapi dan evaluasi berkala.
Dengan tradisi unik yang menggabungkan unsur olahraga dan spiritualitas ini, Madura United berharap mendapatkan dukungan doa serta semangat baru untuk menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif, sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas lokal yang menjadi basis suporternya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












