Perkuat Literasi Digital, Diskomdigi Jateng Optimalkan Peran KIM dan FK Metra Tangkal Hoaks
M-Radar News, Semarang – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus memperkuat peran Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai ujung tombak literasi digital di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi yang semakin sulit dibendung.
Pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk hadirnya kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI), dinilai membuat masyarakat semakin kesulitan membedakan informasi yang valid dengan konten hasil manipulasi. Kondisi tersebut menuntut kehadiran media komunikasi berbasis komunitas yang mampu membangun kepercayaan publik.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Workshop FK Metra dan KIM bertajuk Strategi Optimalisasi Peran KIM dan FK Metra: Kiat Kreatif, Mandiri, dan Berdampak bagi Masyarakat yang berlangsung di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Rabu (15/7/2026).
Kepala Diskomdigi Jateng, Lilik Henry Ristanto mengatakan, tantangan penyebaran informasi saat ini tidak hanya sebatas hoaks, tetapi juga terbentuknya persepsi yang keliru akibat informasi salah yang terus berulang.
Menurutnya, peran KIM dan FK Metra justru semakin penting karena memiliki kekuatan yang tidak dimiliki teknologi AI, yakni kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan budaya dan komunitas.
“Peran KIM dan FK Metra semakin penting karena mengedepankan sisi humanis yang tidak bisa digantikan AI. Basisnya adalah komunitas, media tradisional, dan seni pertunjukan,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas para pegiat KIM dan FK Metra perlu terus dilakukan agar mampu menyampaikan informasi secara tepat, menarik, dan sesuai dengan karakter masyarakat di masing-masing wilayah.
Selain menjadi benteng dalam menangkal hoaks, KIM dan FK Metra juga dinilai efektif sebagai saluran komunikasi publik untuk menyampaikan berbagai program pembangunan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.
Sementara itu, Ketua FK Metra Jateng, Daniel Agung Wahyudi menilai, media tradisional masih memiliki daya tarik kuat sebagai sarana diseminasi informasi. Menurutnya, pendekatan berbasis seni dan budaya membuat pesan lebih mudah dipahami sekaligus diterima masyarakat.
Daniel juga mengapresiasi komitmen Diskomdigi Jawa Tengah yang selama ini konsisten melibatkan FK Metra dalam berbagai kegiatan sosialisasi program pemerintah.
Di sisi lain, Pengampu KIM Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Sopiyatun menjelaskan, bahwa KIM memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, meningkatkan literasi digital, serta mempromosikan potensi daerah, mulai dari UMKM, pariwisata hingga kebudayaan.
“KIM harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi mitra pemerintah dalam mendiseminasikan informasi pembangunan serta promosi potensi daerah,” tegasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












