Arab Saudi Kutuk Keras Serangan Drone Milisi Houthi yang Mengarah ke Makkah
M-Radar News, Riyadh – Arab Saudi mengutuk keras serangan drone yang diluncurkan oleh milisi Houthi dan ditargetkan ke wilayah Makkah, kota suci umat Islam. Serangan ini berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Saudi sebelum drone memasuki wilayah udara terlarang di atas Makkah pada Selasa, 15 September 2026.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa serangan ini merupakan tindakan teroris pengecut yang mencoba melanggar kesucian tempat suci umat Muslim dan telah memprovokasi sentimen umat Islam di seluruh dunia. Serangan ini juga menjadi upaya kedua setelah insiden serangan rudal balistik pada Juli 2017 yang menargetkan Makkah.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, memastikan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum mencapai wilayah Makkah. Kerajaan menegaskan bahwa keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar, dan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi wilayah serta penduduknya.
Selain Makkah, wilayah barat Arab Saudi seperti Jeddah, Taif, dan Yanbu juga menghadapi peningkatan kewaspadaan akibat serangan milisi Houthi. Pada hari yang sama, aktivitas ekspor minyak dari pelabuhan Yanbu terganggu akibat kerusakan pada jaringan pipa East-West yang menghubungkan ladang minyak di timur Arab Saudi dengan wilayah pesisir Laut Merah. Kerusakan ini disinyalir akibat serangan drone oleh kelompok bersenjata yang beroperasi dari Irak, yang dikecam oleh pemerintah Saudi.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran luas di kawasan Timur Tengah dan memicu reaksi dari berbagai negara. Qatar dan Pakistan secara tegas mengecam tindakan milisi Houthi yang dianggap melanggar kesucian tempat ibadah umat Islam. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga menyampaikan keprihatinan dan menyerukan pengendalian diri serta penyelesaian konflik melalui dialog damai.
Ketegangan yang meningkat ini terjadi di tengah koordinasi militer yang semakin intensif antara Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Arab untuk menghadapi ancaman keamanan regional yang terus berkembang. Insiden ini memperlihatkan bagaimana konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas dan berdampak pada stabilitas wilayah serta keamanan tempat-tempat suci umat Islam.
Arab Saudi menegaskan haknya untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan demi menjaga keamanan dan keselamatan warga, penduduk, serta para peziarah yang berkunjung ke Dua Masjid Suci. Kerajaan juga menyerukan komunitas internasional untuk mengutuk serangan milisi Houthi dan mengambil sikap tegas guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan tempat-tempat suci, fasilitas sipil, serta ekonomi di wilayahnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












