Google Kucurkan Investasi Rp248 Triliun di Malaysia pada Tahun 2027 dan 2028

Google Kucurkan Investasi di Malaysia. Foto: istimewa.

M-Radar News, Internasional – Raksasa teknologi Google mengumumkan rencana investasi senilai US$15 miliar atau sekitar Rp248 triliun di Malaysia, untuk periode tahun 2027 hingga 2028.

Investasi tersebut akan difokuskan pada pembangunan kampus pusat data, pengembangan energi bersih, penguatan ketahanan air, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Baca juga:

Pengumuman investasi yang disampaikan pada Rabu (4/11/2026) itu, menjadi bagian dari komitmen Google dalam memperkuat infrastruktur digital dan mendukung transformasi ekonomi Malaysia.

Dalam rencana tersebut, Google akan membangun kampus pusat data baru di negara bagian Selangor dan Negeri Sembilan.

Kedua proyek itu akan melengkapi kampus pusat data pertama Google di Elmina Business Park, Selangor, yang saat ini telah beroperasi.

Presiden sekaligus Chief Investment Officer Alphabet dan Google, Ruth Porat mengatakan, investasi tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Malaysia.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur komputasi akan mendukung inovasi sekaligus memperkuat ketersediaan sumber daya listrik dan air untuk kebutuhan operasional.

“Investasi ini selaras dengan prioritas pembangunan Malaysia, menyediakan kapasitas komputasi dasar untuk mewujudkan inovasi di seluruh negeri sekaligus menambah sumber daya listrik dan air lokal seiring dengan peningkatan skala operasi kami,” ujar Porat.

Google memperkirakan pembangunan kampus-kampus tersebut akan memberikan kontribusi rata-rata sebesar US$1,1 miliar per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB) Malaysia.

Proyek konstruksi tersebut juga diproyeksikan akan mendukung lebih dari 37.000 lapangan kerja lokal untuk setiap tahunnya.

Sementara itu, setelah seluruh fasilitas beroperasi, kampus pusat data tersebut diperkirakan menopang lebih dari 9.000 lapangan kerja lokal per tahun.

Google menyebutkan, bahwa rata-rata upah pada pekerjaan tersebut berpotensi mencapai 45 persen di atas median upah nasional Malaysia.

Baca juga:

Selain pembangunan infrastruktur digital, Google juga berencana menambah kapasitas energi bersih lebih dari 1 gigawatt (GW) ke jaringan listrik nasional Malaysia.

Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi operasional pusat data, sekaligus memperkuat pasokan listrik berbasis energi bersih.

Namun demikian, Google menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh biaya listrik yang digunakan oleh kampus pusat datanya.

Pihaknya juga menyatakan, kesiapannya membiayai infrastruktur langsung yang diperlukan untuk menghubungkan fasilitas tersebut dengan jaringan listrik nasional, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Malaysia.

Dari sisi efisiensi energi, Google menargetkan kampus pusat data di Malaysia beroperasi dengan tingkat Power Usage Effectiveness (PUE) antara 1,12 hingga 1,14. Indikator PUE digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan energi di fasilitas pusat data.

Tak hanya berfokus pada infrastruktur, Google turut mengumumkan empat program baru untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat Malaysia.

Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan sebanyak 800.000 warga Malaysia dapat memperoleh peningkatan keterampilan dalam lima tahun ke depan.

Investasi ini memperlihatkan semakin besarnya peran Malaysia, dalam pengembangan infrastruktur digital regional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi dan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup