Pimpin Upacara HKN, Bupati Ipuk: ASN Harus Lebih Peka Terhadap Dinamika Sosial serta Fenomena Global

Pimpin Upacara HKN, Bupati Ipuk: ASN Harus Lebih Peka Terhadap Dinamika Sosial serta Fenomena Global, Kamis (17/9/2026). Foto: istimewa

M-Radar News, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, pada Kamis (17/8/2026).

Dalam amanatnya, Ipuk mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi agar lebih peka terhadap dinamika sosial serta fenomena global.

​“Sebagai pelayan publik, ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif kantor. ASN harus responsif terhadap dinamika sosial di sekitarnya. Mari terus bergerak, berinovasi, berkolaborasi, dan memastikan setiap kerja kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ipuk.

​Upacara HKN bulan ini digelar secara hibrida (hybrid). Sebanyak 900 peserta mengikuti jalannya upacara, baik secara luring di halaman Kantor Bupati maupun daring dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​Ipuk menyampaikan bahwa tantangan global saat ini turut berdampak pada tingkat daerah. Permasalahan tersebut meliputi ketidakpastian geopolitik, krisis pangan dan energi, pesatnya perkembangan teknologi, masalah kesehatan generasi muda, hingga perubahan perilaku masyarakat akibat derasnya arus informasi.

​Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif agar dampak negatif dari fenomena tersebut dapat diminimalisasi.

​“Seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi harus mengubah cara kerja. Jangan hanya cepat bereaksi, tetapi harus mampu membaca risiko, mencegah, dan bersiap sebelum masalah terjadi,” tegasnya.

​Menurut Ipuk, tolok ukur keberhasilan birokrasi bukan pada banyaknya program yang dibuat, melainkan pada kemudahan, kecepatan, keramahan, dan kepastian pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

​Untuk mencapai target tersebut, Bupati Banyuwangi ini menyampaikan lima pesan khusus kepada jajarannya:

  • Orientasi Hasil dan Pelayanan: Memperkuat budaya kerja yang berfokus pada manfaat nyata, bukan sekadar penyerapan anggaran atau formalitas program.
  • Kolaborasi Intersektoral: Meningkatkan kerja sama lintas sektor untuk menyelesaikan masalah kompleks.
  • Digitalisasi dan Inovasi: Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi dan jangkauan layanan yang lebih luas.
  • Kesiapsiagaan dan Manajemen Risiko: Mengembangkan skema mitigasi sebelum krisis terjadi.
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Menggunakan data terintegrasi dan mutakhir sebagai acuan utama kebijakan.

​“Kita tidak boleh membuat keputusan tanpa data. Datanya harus mutakhir, terintegrasi, dan benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah,” tambah Ipuk.

​Usai upacara, Ipuk menyerahkan penghargaan kepada sejumah desa yang memenangi lomba pengelolaan sampah. Penyerahan penghargaan ini diharapkan dapat memicu perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Slamet H
Reporter
Tutup