Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan dalam Pemilu Israel

Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan dalam Pemilu Israel. Foto: dok/jpost/ist.

M-Radar News, Internasional – Pemerintah Qatar membantah tuduhan, bahwa negaranya ikut campur dalam proses pemilihan umum (pemilu) Israel atau mendanai kegiatan yang bertujuan memengaruhi hasil pemilu.

Qatar menilai, bahwa tuduhan tersebut sebagai bagian dari kampanye disinformasi yang dilakukan sejumlah politisi dan tokoh media Israel.

Baca juga:

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari menegaskan, bahwa Doha tidak terlibat dalam persaingan politik maupun pemilihan di Israel.

“Kami secara tegas membantah tuduhan bahwa Qatar telah ikut campur dalam pemilihan Israel atau mendanai kegiatan apa pun yang bertujuan memengaruhi hasilnya,” tulis al-Ansari.

Ia menuding sejumlah politisi Israel, beserta pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan mereka di media berupaya menyeret Qatar, ke dalam perselisihan politik domestik Israel, pascapemilihan.

Menurut al-Ansari, berbagai tuduhan yang muncul justru menggambarkan Qatar seolah-olah memberikan dukungan finansial kepada pihak-pihak yang berseberangan dalam spektrum politik Israel.

Pihak-pihak tersebut mencakup Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kelompok politik sayap kiri, hingga pemilih Arab. “Jika klaim ini dapat dipercaya, Qatar tampaknya akan memiliki seluruh Israel,” tulisnya, menyindir tuduhan yang dinilainya tidak masuk akal.

Qatar Tolak Dijadikan Kambing Hitam

Al-Ansari menyebut, tuduhan tersebut tidak hanya menggelikan, tetapi juga berbahaya. Ia menegaskan, bahwa Qatar tidak seharusnya dijadikan kambing hitam atas kegagalan politik sejumlah politisi Israel.

“Tuduhan-tuduhan ini menggelikan dan berbahaya sekaligus. Qatar tidak boleh dijadikan kambing hitam atas kegagalan politik politisi Israel tertentu,” ujar Al-Ansari dikutib JPost, pada Kamis (29/10/2026).

Ia juga mendesak para politisi yang melontarkan tuduhan tersebut agar lebih berfokus pada kebutuhan konstituen mereka, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menghadapi konsekuensi dari kebijakan yang mereka jalankan di kawasan.

Al-Ansari kembali menegaskan, bahwa Qatar tidak terlibat dalam dinamika politik maupun kontestasi pemilihan Israel. Ia juga menolak segala upaya yang dinilai bertujuan menyeret negaranya ke dalam konflik politik internal tersebut.

Baca juga:

“Kami menegaskan kembali, bahwa kami tidak terlibat dalam persaingan politik atau pemilihan Israel. Ini adalah masalah internal Israel, yang tidak kami campuri, dan kami tidak akan menerima upaya apa pun untuk menyeret Qatar ke dalam perselisihan politik domestiknya,” tuturnya.

Qatar Desak Pemerintahan Baru Perhatikan Isu Palestina

Di tengah polemik tersebut, al-Ansari menegaskan, bahwa pemerintahan Israel mendatang perlu terlibat secara serius dalam penyelesaian isu Palestina dan mengakui hak-hak nasional rakyat Palestina.

Ia menyebut, hak tersebut mencakup pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan garis perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Al-Ansari juga memastikan, bahwa Qatar akan terus menjalankan peran diplomatik dan kemanusiaannya di kawasan, termasuk terlibat dalam upaya mediasi regional serta memberikan dukungan kepada rakyat Palestina.

Lebih lanjut, Al-Ansari menegaskan, bahwa negaranya tidak akan membiarkan nama Qatar digunakan untuk kepentingan politik tertentu.

“Kami tidak akan tinggal diam sementara nama Qatar dieksploitasi untuk melayani agenda pemilihan atau kepentingan politik yang sempit,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup