Rusia Produksi 15 Reaktor Nuklir RITM-200, Perluas Ambisi Energi dari Kapal Pemecah Es

Rusia Produksi 15 Reaktor Nuklir RITM-200, Perluas Ambisi Energi dari Kapal Pemecah Es

M-Radar News – Rusia telah memproduksi 15 unit reaktor nuklir RITM-200 sebagai bagian dari strategi memperluas penggunaan teknologi nuklir modular berukuran kecil. Awalnya dikembangkan untuk menggerakkan kapal pemecah es bertenaga nuklir di wilayah Arktik, teknologi ini kini diadaptasi untuk kebutuhan energi sipil dan pasar internasional.

Reaktor RITM-200 merupakan reaktor air bertekanan dengan kapasitas termal 175 megawatt dan masa operasi minimal 40 tahun. Dengan desain terintegrasi yang menggabungkan inti reaktor dan pembangkit uap dalam satu bejana bertekanan, ukuran sistem dapat diperkecil hingga sepertiga dan daya yang dihasilkan meningkat sekitar 1,5 kali dibandingkan reaktor konvensional. Keunggulan ini memungkinkan efisiensi ruang dan bobot yang sangat penting untuk kapal pemecah es Project 22220 yang beroperasi di jalur Arktik.

Selain digunakan untuk armada maritim, Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia, mengembangkan varian RITM-200N untuk pembangkit listrik darat. Proyek pembangunan pembangkit listrik berbasis reaktor ini sedang berjalan di Yakutia, Siberia timur, untuk memasok listrik ke area pertambangan dan pemukiman terpencil. Di sisi lain, varian RITM-200S dirancang sebagai pembangkit listrik terapung untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan pertambangan di Chukotka, menawarkan solusi fleksibel tanpa pembangunan fasilitas permanen berskala besar.

Lebih jauh, Rusia juga mengembangkan reaktor mikro dan unit termolistrik yang dapat beroperasi secara otonom dengan perawatan minimal, seperti reaktor Shelf dan unit Elena yang dikembangkan oleh Kurchatov Institute. Teknologi ini ditujukan untuk wilayah dengan kebutuhan energi yang sangat terbatas.

Upaya ekspansi teknologi RITM-200 juga menjangkau pasar internasional. Contohnya adalah kerja sama dalam pembangunan pembangkit nuklir modular di Uzbekistan, meskipun konfigurasi proyek tersebut mengalami perubahan. Hal ini menandakan ambisi Rusia menjadikan reaktor nuklir modular sebagai produk ekspor energi yang kompetitif.

Pengembangan reaktor nuklir modular ini membawa potensi besar dalam menyediakan sumber energi yang efisien dan dapat diandalkan untuk daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau, baik di Rusia maupun di luar negeri. Dengan kapasitas operasi yang panjang dan desain yang ringkas, reaktor RITM-200 menjadi solusi strategis dalam diversifikasi dan perluasan infrastruktur energi nuklir modern.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup