Tak Hanya Melahirkan Juara Baru, Piala Presiden 2026 Bikin Hotel, UMKM hingga Kuliner Ketiban Berkah
M-Radar News, Bali – Piala Presiden 2026 yang digelar di Bali berhasil menyajikan lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Persebaya Surabaya tampil sebagai juara, namun dampak turnamen ini terasa luas hingga sektor ekonomi lokal seperti hotel, UMKM, dan kuliner.
Hasil dan Hadiah Turnamen
Persebaya Surabaya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung yang menjadi runner up. Persija Jakarta menempati posisi ketiga dan Arema FC berada di posisi keempat. Hadiah yang disiapkan cukup besar, dengan juara membawa pulang Rp8 miliar. Klub lain juga mendapatkan apresiasi, termasuk klub yang tidak lolos semifinal dan pemain serta suporter berprestasi yang menerima penghargaan finansial.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa turnamen ini membawa nilai lebih dari sekadar olahraga. Piala Presiden menggerakkan perputaran ekonomi sekitar Rp70 miliar. Hotel dan penginapan penuh terisi, transportasi ramai digunakan, tempat makan dan kafe dipenuhi pengunjung, serta penjual merchandise klub mendapat pembeli yang banyak.
UMKM lokal juga mendapatkan panggung penting dengan sebanyak 165 UMKM dari Bandung, Surabaya, dan Bali dilibatkan sepanjang turnamen. Ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha mereka.
Inisiatif Lingkungan dan Sportivitas
Selain aspek ekonomi, Piala Presiden 2026 juga membawa misi lingkungan. Kampanye “datang bersih, pulang bersih” dijalankan bersama komunitas lokal di berbagai kota penyelenggaraan. Sebanyak 325 personel kebersihan terlibat dalam pengelolaan sampah yang kemudian didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.
Turnamen ini juga menonjolkan sportivitas dan semangat juang yang tinggi, menjadikan Piala Presiden bukan hanya ajang pramusim, tetapi juga kompetisi bergengsi yang diikuti dengan serius oleh klub-klub peserta.
Kepercayaan dan Dukungan Sponsor
Dari sisi komersial, total sponsorship mencapai Rp100 miliar, yang sebagian besar dialokasikan kembali untuk sepak bola Indonesia melalui hadiah senilai Rp16,5 miliar. Transparansi keuangan terjaga dengan adanya auditor independen, PricewaterhouseCoopers (PwC), yang dipercaya untuk mengaudit secara konsisten selama delapan kali penyelenggaraan.
Antusiasme Penonton Meningkat
Piala Presiden 2026 juga mencatat peningkatan jumlah penonton yang signifikan, baik di stadion maupun melalui siaran televisi. Data menunjukkan rating TV mencapai 4,3 dengan share 24,5, dan total penonton mencapai 172 juta orang, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan edisi sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola terus menjadi hiburan utama bagi masyarakat dan menjadi sarana mempererat kebersamaan serta mendukung perkembangan olahraga nasional.
Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Maruarar Sirait menegaskan bahwa Piala Presiden bertujuan tidak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga mengusung harapan besar bagi sepak bola Indonesia, termasuk mimpi untuk menembus Piala Dunia. Turnamen ini menjadi wadah pembelajaran tata kelola yang baik, transparansi, dan konsistensi, tanpa bergantung pada dana APBN, APBD, maupun BUMN.
Dengan demikian, Piala Presiden 2026 telah memberikan kontribusi positif yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari prestasi olahraga hingga pengembangan ekonomi lokal dan kesadaran lingkungan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












