Batam Jadi Lokasi Perdana Program SiTaskin Pesisir Tekan Kemiskinan Ekstrem
M-Radar News, Batam menjadi daerah pertama pelaksanaan Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir) yang diinisiasi Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN). Program ini diluncurkan di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, pada Selasa, 7 Juni 2026.
Wakil Kepala BP TASKIN Iwan Sumule mengatakan Kecamatan Galang dipilih karena masuk dalam Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Batam 2025-2029 sebagai salah satu wilayah prioritas penanganan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, Batam juga dinilai memiliki potensi menjadi percontohan nasional melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang telah berjalan di Sembulang.
“Pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian atau lembaga saja. Kami mengapresiasi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang telah berkolaborasi. Pengentasan kemiskinan membutuhkan sinergi program sehingga dapat diwujudkan secara bersama-sama,” kata Iwan.
Menurut Iwan, SiTaskin Pesisir tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan setiap program berjalan efektif melalui pendampingan, monitoring, dan pengawasan di lapangan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan program sekaligus melakukan mitigasi apabila ditemukan kendala sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Iwan juga menjelaskan, BP TASKIN bertugas mengoordinasikan berbagai program pengentasan kemiskinan yang selama ini dijalankan masing-masing kementerian dan lembaga agar pelaksanaannya saling terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
Dalam pelaksanaan SiTaskin Pesisir di Batam, sejumlah kementerian turut memberikan intervensi sesuai kewenangannya. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) serta pembangunan gerai e-Pas Kecil, dan Kementerian Perindustrian melalui pengembangan wirausaha baru di sektor industri olahan pangan.
Pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional turun menjadi 4 hingga 4,5 persen pada 2029 dari posisi 8,25 persen berdasarkan data September 2025. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah membidik penurunan angka kemiskinan sekitar satu persen setiap tahun, sekaligus menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026.
Iwan mengatakan efektivitas program pengentasan kemiskinan akan semakin terlihat mulai 2026 setelah berbagai program lintas kementerian berhasil diintegrasikan melalui BP TASKIN. Menurutnya, penurunan tersebut masih dipengaruhi transisi program dari pemerintahan sebelumnya, sedangkan program prioritas Presiden Prabowo baru berjalan penuh mulai tahun ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











