Belanja Produk Lokal Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi dan Tekan Inflasi Daerah
M-Radar News, Tanjungpinang – Pengamat Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, Dimas Satriadi, menilai gerakan belanja produk lokal menjadi langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah sekaligus membantu menekan laju inflasi. Menurutnya, peningkatan konsumsi terhadap produk lokal juga dapat mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mencintai hasil produksi dalam negeri.
Satriadi mengatakan, selama ini sebagian masyarakat masih cenderung memilih produk luar dibandingkan produk lokal. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diharapkan semakin percaya terhadap kualitas produk yang dihasilkan pelaku usaha di Tanjungpinang maupun daerah lain di Indonesia.
“Sehingga perilaku konsumennya bergeser dari membeli produk luar menjadi lebih memilih produk dalam negeri,” ujar Dimas Satriadi.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang yang paling berpotensi berkembang melalui gerakan belanja produk lokal. Selain itu, sektor kuliner, jasa, dan berbagai produk unggulan daerah juga dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan perputaran ekonomi apabila mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah.
Satriadi menambahkan, pengembangan produk lokal masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan akses permodalan, pemasaran, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta konsistensi kualitas produk. Sehingga, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Tantangan terbesar UMKM saat ini adalah akses modal, jangkauan pemasaran, konsistensi produk, dan kualitas SDM pelaku UMKM,” ucapnya.
Satriadi berharap, gerakan belanja produk lokal dimulai dari pemerintah melalui pengadaan barang dan jasa, kemudian diikuti oleh masyarakat. Ia mendorong pelaku UMKM memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi, media, dan instansi terkait untuk meningkatkan kualitas produk, termasuk dalam aspek desain kemasan atau packaging.
“UMKM perlu bermitra dengan perguruan tinggi, media, dan dinas terkait agar kualitas produk, termasuk kemasan, semakin baik dan mampu bersaing di pasar,” katanya, mengakhiri.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











