BI Dorong Pembiayaan Produktif, Stasiun Bekasi Diperluas

BI Dorong Pembiayaan Produktif, Stasiun Bekasi Diperluas

M-Radar News, Bank Indonesia mendorong pembiayaan produktif untuk pertumbuhan ekonomi, sementara perluasan Stasiun Bekasi dimulai untuk mendukung mobilitas terintegrasi.

Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menekankan pentingnya kebijakan pembiayaan yang berdampak langsung pada pelaku usaha. Mulai dari perusahaan besar hingga pedagang, petani, pengrajin, dan wirausaha muda di berbagai daerah.

Pembiayaan produktif didukung bauran kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM). Selain itu, ekspansi digitalisasi pembayaran melalui QRIS, BI-FAST, dan SNAP juga menjadi pendorong.

Kinerja kredit perbankan menunjukkan perbaikan signifikan. Hingga Juni 2026, pertumbuhan kredit mencapai 12,67 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 11,51 persen yoy pada Mei.

Pertumbuhan kredit didorong lonjakan kredit korporasi sebesar 24,90 persen yoy. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 tetap di kisaran 8-12 persen.

Fasilitas pinjaman belum dimanfaatkan (undisbursed loan) mencapai Rp 2.490 triliun, setara 21,52 persen dari total plafon. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,21 persen yoy.

Pemerintah melalui Kementerian UMKM memperluas akses pembiayaan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembentukan holding UMKM. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif.

Sementara itu, PT Summarecon Agung Tbk memulai pembangunan Ekstensi Stasiun Bekasi. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Bekasi.

Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan 6.733 meter persegi. Bangunan tiga lantai ini dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge untuk memfasilitasi mobilitas penumpang.

Pengembangan kawasan tidak hanya fokus pada perluasan stasiun. Akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer.

Jalur ini dirancang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi, kawasan TOD, hingga Stasiun LRT Jabodebek.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti bahwa pembangunan ini akan mendukung mobilitas dan pengembangan kawasan berbasis transit.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menyatakan bahwa Stasiun Bekasi Ekstensi ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi massal. Sekaligus mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi yang sudah ada.

Ekstensi ini akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan. Stasiun lama akan fokus melayani masyarakat dari arah utara dan timur.

Sebelumnya, Summarecon juga telah berkontribusi pada infrastruktur kota dengan membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang sekitar satu kilometer. Tujuannya meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup