Kemenperin Resmi Rilis 33 Kawasan Industri Baru dalam 3 Tahun, Realisasi Investasi Rp6.800 Triliun
M-Radar News, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) bagi 33 kawasan industri baru dalam tiga tahun terakhir. Secara kumulatif, realisasi investasi dari seluruh kawasan industri di Indonesia mencapai Rp6.800 triliun dan menyerap 2,36 juta tenaga kerja.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa dengan penambahan tersebut, Indonesia kini memiliki 180 kawasan industri. Namun, ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan pada jumlah kawasan yang dibangun, melainkan tingkat okupansinya. “Menambah kawasan tanpa mengisinya berarti pemerintah menambah pasokan, bukan menambah daya saing,” ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional XXV HKI di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Transformasi Kawasan Industri
Menurut Agus, kawasan industri saat ini tidak lagi sekadar penyedia lahan atau pengelola utilitas. Investor tidak hanya membeli lahan, tetapi juga mengharapkan kepastian proses investasi yang cepat dan efisien. “Yang investor beli adalah waktu, berapa cepat sebuah komitmen investasi dapat berubah menjadi produksi, dan seberapa kecil ketidakpastian yang harus investor tanggung sepanjang perjalanan itu,” jelasnya.
Karena itu, kawasan industri perlu bertransformasi menjadi ekosistem industri yang berperan sebagai investment enabler, pusat rantai pasok, pusat inovasi, pusat pengembangan sumber daya manusia, serta motor transisi menuju industri hijau.
Peluang di Tengah Fragmentasi Global
Agus juga menyoroti perubahan lanskap ekonomi global. Fragmentasi perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong banyak perusahaan global merelokasi dan menata ulang basis produksinya. “Bagi Indonesia, ini adalah peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu basis produksi manufaktur dunia,” ujarnya.
Pemerintah berharap dengan bertambahnya kawasan industri, daya tarik investasi Indonesia semakin meningkat, terutama di sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












