KPU Situbondo Catat 538.057 Pemilih Berkelanjutan: Lonjakan Signifikan Menuju Pemilu 2029

KPU Situbondo Catat 538.057 Pemilih Berkelanjutan: Lonjakan Signifikan Menuju Pemilu 2029

M-RadarNews, Jatim – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, merilis data pemilih berkelanjutan (DPB) triwulan kedua tahun 2026 yang menunjukkan angka signifikan: 538.057 pemilih. Angka ini tidak hanya mencerminkan peningkatan jumlah pemilih, tetapi juga menandai keseriusan KPU dalam memutakhirkan data secara berkala.

Ketua KPU Situbondo, Hadi Prayitno, mengungkapkan bahwa data ini merupakan hasil pleno rekapitulasi yang digelar pada 1 Juli 2026 di Aula Kantor KPU Situbondo, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti partai politik, kepolisian, dan pemerintah daerah.

Lonjakan Pemilih

Data terbaru menunjukkan penambahan 1.885 pemilih dibandingkan triwulan pertama tahun 2026 yang berjumlah 536.172 pemilih. Namun, jika dibandingkan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024 yang sebanyak 507.507 jiwa, terjadi lonjakan sebesar 30.550 pemilih atau sekitar 6%.

Hadi Prayitno menjelaskan, bahwa penambahan ini didominasi oleh pemilih pemula yang genap berusia 17 tahun, serta pemilih yang pindah domisili atau pekerja migran yang kembali ke kampung halaman.

Periode Jumlah Pemilih Selisih
DPT Pemilu 2024 507.507
Triwulan I 2026 536.172 +28.665
Triwulan II 2026 538.057 +1.885

Mekanisme Pemutakhiran Data Berkelanjutan

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di tingkat kabupaten dilakukan setiap tiga bulan sekali (triwulan), sedangkan di tingkat provinsi dan pusat setiap enam bulan. Hal ini memastikan data pemilih selalu akurat dan mutakhir hingga tahapan pemilu tiba. Hadi Prayitno menekankan bahwa KPU tidak hanya mengandalkan data statis, melainkan melakukan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) di 50 titik lokasi di Situbondo.

Proses Coktas dan Verifikasi

Kegiatan coktas melibatkan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan data pemilih sesuai dengan kondisi nyata. Petugas KPU bekerja sama dengan perangkat desa, RT/RW, dan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi pemilih baru, pemilih yang meninggal, pindah, atau tidak memenuhi syarat. Hasilnya, data pemilih terus diperbarui secara dinamis.

Rincian Data Pemilih Berdasarkan Gender

Dari total 538.057 pemilih, terdapat 259.184 pemilih laki-laki (48,2%) dan 278.873 pemilih perempuan (51,8%). Proporsi ini menunjukkan partisipasi perempuan yang lebih tinggi dalam daftar pemilih, sejalan dengan tren nasional di mana jumlah pemilih perempuan seringkali lebih banyak.

  • Pemilih Laki-laki: 259.184 orang
  • Pemilih Perempuan: 278.873 orang
  • Total: 538.057 orang

Dampak dan Implikasi bagi Pemilu 2029

Peningkatan jumlah pemilih berkelanjutan ini memiliki implikasi luas, terutama dalam persiapan logistik Pemilu 2029. KPU harus mengalokasikan surat suara, kotak suara, dan perlengkapan lainnya sesuai dengan jumlah pemilih terbaru. Selain itu, penambahan pemilih pemula memerlukan sosialisasi yang lebih intensif mengenai tata cara pemungutan suara dan pentingnya partisipasi. Dari sisi politik, data ini menjadi acuan bagi partai politik untuk menyusun strategi kampanye, terutama di daerah dengan peningkatan pemilih signifikan.

Tantangan Pemutakhiran Data

Meskipun mekanisme berkelanjutan telah berjalan, tantangan tetap ada. Mobilitas penduduk yang tinggi, terutama pekerja migran yang pulang kampung secara musiman, menyulitkan pendataan. Selain itu, pemilih yang meninggal atau pindah domisili seringkali terlambat dilaporkan. KPU Situbondo berupaya mengatasi hal ini dengan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta instansi terkait.

Kronologi Pemutakhiran Data Pemilih di Situbondo

  1. Pemilu 2024: DPT tercatat 507.507 pemilih.
  2. Triwulan I 2026 (Januari-Maret): Data diperbarui menjadi 536.172 pemilih (bertambah 28.665).
  3. Triwulan II 2026 (April-Juni): Pleno rekapitulasi pada 1 Juli 2026 menghasilkan 538.057 pemilih (bertambah 1.885).
  4. Ke depan: Pemutakhiran terus dilakukan setiap tiga bulan hingga tahapan Pemilu 2029.

Peran Stakeholder dalam Pemutakhiran Data

KPU tidak bekerja sendiri. Pleno rekapitulasi melibatkan partai politik, kepolisian, dan pemerintah daerah. Partai politik berperan mengawal proses agar transparan dan akuntabel. Kepolisian membantu verifikasi data keamanan, sementara pemerintah daerah menyediakan data kependudukan. Sinergi ini memastikan data pemilih berkualitas dan minim sengketa.

Hadi Prayitno menegaskan komitmen KPU untuk terus memperbarui data hingga H-1 pemungutan suara. “Kami akan terus melakukan pemutakhiran data berkelanjutan, karena pemilih adalah fondasi demokrasi. Data yang akurat akan menghasilkan pemilu yang kredibel,” ujarnya.

Dengan 538.057 pemilih yang tercatat, Kabupaten Situbondo menunjukkan peningkatan partisipasi yang menggembirakan. Angka ini menjadi modal berharga untuk menyukseskan Pemilu 2029. Namun, tantangan pemutakhiran data tetap harus diantisipasi, terutama mengingat mobilitas penduduk yang dinamis. KPU Situbondo berharap dukungan semua pihak agar data pemilih selalu relevan dan dapat diandalkan. Pada akhirnya, akurasi data pemilih bukan hanya tanggung jawab KPU, melainkan seluruh elemen masyarakat yang ingin demokrasi Indonesia semakin matang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup