M-RADARNEWS.COM, BALI – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali, Jumat (13/02/2026), untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok serta mendorong percepatan digitalisasi pasar tradisional.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan rakyat agar semakin efisien dan modern.
Upaya pengendalian harga tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat melalui kebijakan responsif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Pemerintah menegaskan komitmennya agar pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi yang sehat, stabil, serta berpihak pada pelaku usaha kecil dan konsumen.
Dalam peninjauan, Wapres berdialog dengan para pedagang mengenai perkembangan harga sejumlah komoditas strategis. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga, termasuk kelancaran distribusi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran bagi pedagang.
Wapres juga meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, untuk menjaga stabilitas harga guna memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Hal tersebut juga ditegaskan Gubernur Bali, I Wayan Koster seusai mendampingi Wapres.
“Beliau sangat mengapresiasi digitalisasi yang dijalankan di pasar. Selain itu, Bapak Wapres juga mengarahkan agar komoditas yang mengalami gejolak harga sebaiknya diberikan subsidi kepada seluruh pedagang, tidak hanya sebagian,” ujar Koster.
Selain memastikan stabilitas harga dan perlindungan bagi pedagang, Wapres turut menyoroti pentingnya kemudahan sistem transaksi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perdagangan yang lebih modern dan transparan.
Manfaat digitalisasi turut dirasakan oleh para pelaku usaha di Pasar Badung. Era, pedagang bumbu dapur yang telah berjualan lebih dari 15 tahun, mengaku bahwa pembayaran nontunai sangat memudahkannya.
“Enak kalau menurut saya. Kan kita tidak perlu pegang uang. Untuk mengurangi uang palsu bisa juga, kadang kalau pakai uang cash (tunai) kan kita tidak tahu, bisa jadi palsu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Diana, seorang pembeli yang sering memanfaatkan layanan pesan antar dan pembayaran melalui transfer bank. “Memudahkan sekali bagi kami ibu rumah tangga, tidak perlu keluar rumah,” katanya.
Kunjungan Wapres ke Pasar Badung ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah mempercepat transformasi digital sektor perdagangan, agar manfaat modernisasi dapat dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di daerah. (yd/set)
