Pemkot Surabaya Lanjutkan Pelebaran Jalan Raya Menganti Tahun Ini untuk Urai Kemacetan
M-Radar News, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kembali melanjutkan proyek pelebaran Jalan Raya Menganti pada tahun 2026. Proyek ini merupakan bagian dari program Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk mendukung pengembangan kawasan Surabaya Barat dan Selatan sekaligus mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan strategis.
Pelebaran Jalan Raya Menganti ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi di kawasan Jalan Raya Menganti, Jalan Babatan Unesa, Wiyung, dan sekitarnya. Selain pelebaran jalan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan sistem drainase guna mendukung kelancaran aliran air di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, sebelum pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu membangun saluran tepi pada lahan yang telah dibebaskan.
Menurutnya, saluran tersebut akan berfungsi sebagai sistem drainase yang mengalirkan air menuju sungai di tengah Jalan Raya Menganti.
“Yang dikerjakan lebih dulu adalah saluran tepinya. Kalau tidak ada saluran tepi, nanti air akan dibuang ke mana ketika terjadi genangan atau kondisi tertentu,” kata Hidayat, Rabu (22/7/2026).
Selain pembangunan drainase, DSDABM juga tengah melakukan pemindahan jaringan utilitas listrik ke sisi selatan jalan. Pemindahan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi berikutnya.
Hidayat menjelaskan, proses pemindahan utilitas dilakukan setelah berkoordinasi dengan PLN. Saat ini, pekerjaan meliputi pemasangan tiang baru, pemindahan kabel, hingga relokasi trafo.
“Sekarang sedang dilakukan penggeseran tiang listrik, pemasangan tiang baru, pemindahan kabel dan trafo. Setelah pekerjaan itu selesai, kami akan mulai melakukan penggalian tanah di bagian tengah,” jelasnya.
Setelah utilitas dipindahkan, Pemkot akan melanjutkan pekerjaan penggalian tanah dan pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau tiang pancang beton pada area sungai tengah serta badan jalan.
Ia menyebutkan, total panjang ruas Jalan Raya Menganti yang direncanakan untuk dikerjakan mencapai sekitar 1.900 meter. Namun, pada tahun 2026, pekerjaan difokuskan pada ruas sepanjang 950 meter, mulai dari kawasan Masjid Al Hidayah hingga Puskesmas Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.
Sementara itu, ruas sepanjang 950 meter berikutnya, dari Puskesmas Lidah Kulon hingga Asrama Polisi (Aspol) Bangkingan, direncanakan dikerjakan pada tahun depan karena masih menunggu proses pembebasan lahan.
“Target pekerjaan tahun ini sepanjang 950 meter karena lahannya sudah bersih dan siap dikerjakan. Sedangkan ruas berikutnya masih menunggu pembebasan lahan,” ujar Hidayat.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya melalui DSDABM telah memulai pelebaran sebagian Jalan Raya Menganti pada 2024. Saat itu, pekerjaan dilakukan dari simpang lampu lalu lintas Jalan Babatan Unesa ke arah barat sepanjang sekitar 400 meter.
Menurut Hidayat, proyek pelebaran jalan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan Menganti, Lidah Wetan, Babatan, dan Wiyung, tetapi juga memperlancar akses masyarakat menuju wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Selatan.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari program Pak Wali Kota untuk mengembangkan kawasan Surabaya Barat dan Selatan. Selama ini akses jalannya terbatas sehingga sering terjadi kemacetan,” pungkas Hidayat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











