Gubernur Jateng Minta KAI Percepat Pembangunan Dry Port Batang-Kendal, Ditargetkan Tuntas Dua Tahun

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Executive Vice President (EVP) Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman beserta jajaran di Semarang, Senin (7/9/2026). Foto: dok/hum.

M-Radar News, Semarang – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, untuk mendukung percepatan terhadap pembangunan dry port atau pelabuhan daratan di Batang dan Kendal.

Infrastruktur logistik tersebut ditargetkan dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan. Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus mendukung kelancaran aktivitas investasi di Jateng.

“Memang pergerakan barang dan jasa di Jateng jadi prioritas utama. Logistik Jateng ini tidak bisa hanya mengandalkan pelabuhan, tapi juga KAI. Dua tahun ke depan infrastruktur logistik harus segera terpenuhi, kalau tidak akan diprotes para investor,” kata Luthfi saat menerima audiensi Executive Vice President (EVP) Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman di Semarang, Senin (7/9/2026).

Gubernur Luthfi menyebut, lahan sekitar 50 hektare di wilayah Batang telah disiapkan untuk mendukung pembangunan dry port. Dia berharap KAI Daop 4 Semarang dapat mengambil peran dalam percepatan pembangunan tersebut.

Menurutnya, penguatan infrastruktur logistik menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya aktivitas pergerakan barang dan jasa di Jawa Tengah. Karena itu, pembangunan fasilitas pendukung transportasi harus segera dilakukan.

Dalam audiensi tersebut, Luthfi juga menyoroti keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. Dia mengapresiasi langkah KAI Daop 4 Semarang, yang telah menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan keamanan di titik-titik perlintasan tersebut.

“Perlintasan sebidang memang krusial sejak dulu, maka diperlukan langkah nyata untuk menjamin keselamatan masyarakat. Tolong nanti juga dikoordinasikan dengan kabupaten/kota, perlintasan sebidang mana saja yang perlu diintervensi bersama,” ujarnya.

Sementara itu, EVP Daop 4 Semarang Mohamad Arie Fathurrochman mengatakan, terdapat 184 titik perlintasan kereta api sebidang di Jawa Tengah.

Untuk meningkatkan keselamatan, KAI Daop 4 Semarang mendapat kuota pembangunan 50 pintu perlintasan. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jateng, serta pemerintah kabupaten/kota.

“Saat ini sudah dikerjakan sembilan titik perlintasan sebidang. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota juga terus dilakukan, sehingga jumlahnya nanti bisa tidak hanya 50 titik,” kata Arie.

Dia menjelaskan, penanganan seluruh perlintasan sebidang tidak dapat dilakukan sekaligus karena jumlahnya cukup banyak dan membutuhkan anggaran besar. Oleh sebab itu, pembangunan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Selain keselamatan perlintasan, KAI Daop 4 Semarang, juga menyiapkan sejumlah pengembangan layanan kereta api. Salah satunya memperpanjang rute KA Kedungsepur hingga Stasiun Weleri, Kabupaten Kendal.

“Ini untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat, agar KA Kedungsepur bisa sampai Weleri. Sekaligus memberikan akses layanan terkait mobilitas warga di wilayah Semarang Raya. Ke depan, mungkin kita akan ajukan untuk commuter di wilayah ini,” pungkas Arie.

KAI Daop 4 Semarang, juga berencana menambah satu rangkaian KA Kaligung, untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Sementara dalam rangka mendukung pelaksanaan MTQ Nasional di Jawa Tengah, KAI Daop 4 Semarang, menyiapkan kereta tambahan untuk menunjang transportasi para kafilah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup