Danantara Asset Management Apresiasi Model Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
M-Radar News, Mojokerto – Danantara Asset Management memberikan apresiasi terhadap model pemberdayaan yang diterapkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendampingi pelaku usaha ultra mikro.
Apresiasi itu disampaikan saat jajaran Komisaris Danantara Asset Management meninjau berbagai program pemberdayaan PNM di Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (21/7/2026).
Kunjungan dilakukan ke sejumlah titik layanan PNM, mulai dari Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), lokasi usaha nasabah, hingga Ruang Pintar PNM.
Peninjauan tersebut bertujuan melihat secara langsung model bisnis PNM yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha secara berkelanjutan bagi perempuan prasejahtera.
Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad menilai pemberdayaan yang dilakukan PNM telah berjalan secara menyeluruh.
Menurutnya, PNM tidak hanya membantu nasabah melalui pembiayaan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pendidikan anak dan lingkungan sekitar.
“Yang kami apresiasi dari PNM bukan hanya pembiayaannya. Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh,” ujar Rabin dalam rilis yang diterima RRI, Rabu (22/7/2026).
Hingga 30 Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 23,3 juta nasabah prasejahtera di seluruh Indonesia. Layanan itu didukung lebih dari 40 ribu Account Officer yang tersebar di 4.655 kantor layanan, termasuk 58 kantor cabang di 36 provinsi.
Khusus di Kota dan Kabupaten Mojokerto, PNM membina lebih dari 73 ribu nasabah aktif melalui 25 Unit Mekaar yang didukung 352 Account Officer Pendamping.
Selain meninjau kegiatan pendampingan usaha, rombongan juga mengunjungi Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan sosial PNM yang memberikan layanan pendidikan informal bagi anak-anak keluarga nasabah.
Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki mengatakan, pendampingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan pembiayaan kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga hanya dapat dicapai melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat yang nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha, bertambahnya kepercayaan diri, hingga hadirnya harapan baru bagi keluarga mereka,” kata Sunar.
Model pemberdayaan PNM yang terintegrasi dengan layanan pembiayaan dan pendampingan sosial mendapat sorotan positif dari Danantara. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kedua lembaga dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.








