Polisi Ungkap Kematian Calon Taruna Poltekpel Tak Ada Tanda Kekerasan, Kena DBD

Polisi Ungkap Kematian Calon Taruna Poltekpel Tak Ada Tanda Kekerasan, Kena DBD

M-Radar News, Aceh Besar – Polisi memastikan kematian Muhammad Rasya Fadhillah, calon taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, bukan akibat tindak kekerasan. Setelah melakukan penyelidikan menyeluruh, polisi menyatakan Rasya meninggal dunia karena Demam Berdarah Dengue (DBD) berat yang disertai komplikasi kesehatan lain.

Kematian Rasya terjadi pada 27 September 2026 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, menjelaskan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium menunjukkan penurunan kadar trombosit yang sangat rendah, gangguan fungsi ginjal, peningkatan enzim hati, kadar gula darah rendah, serta kekurangan kalium. Kondisi ini memperburuk keadaan Rasya hingga meninggal dunia.

Baca juga:

Menurut Kompol Miftahuda, Rasya mulai sakit pada 26 September 2026 dan mendapat penanganan awal di poliklinik sebelum dirujuk ke rumah sakit. Pada hari kejadian, Rasya sempat sadar dengan tanda vital stabil, namun kondisinya memburuk tiba-tiba dan mengalami sesak napas hebat. Tim medis melakukan resusitasi jantung paru, namun Rasya dinyatakan meninggal pada pukul 16.05 WIB.

Dalam penyelidikan, polisi memeriksa 23 saksi, termasuk tenaga medis, teman sekamar Rasya, serta dokter yang menangani korban. Polisi juga mengumpulkan berbagai dokumen medis seperti rekam medis, hasil laboratorium, CT scan, dan pemeriksaan dokter forensik. Pemeriksaan luar oleh dokter forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik, dan CT scan kepala tidak menunjukkan perdarahan dalam tengkorak.

Keluarga Rasya sebelumnya mempertanyakan penyebab kematian karena adanya perubahan warna dan lebam pada tubuh Rasya setelah meninggal. Namun, polisi dan dokter menyatakan perubahan tersebut merupakan dampak kondisi medis yang dialami korban. Autopsi tidak dilakukan atas permintaan keluarga sehingga penyebab pasti kematian secara medis tidak dapat dipastikan lebih lanjut.

Baca juga:

Kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue dan penanganan medis yang cepat, terutama pada calon taruna Poltekpel dan institusi pendidikan lainnya yang memiliki aktivitas fisik dan lingkungan yang memungkinkan paparan penyakit.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup