Survei PPI: Prabowo Unggul dalam Simulasi Pilpres 2029, Dedi Mulyadi Teratas Calon Wakil Presiden
M-Radar News – Survei nasional yang dilakukan oleh Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas tertinggi dalam simulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Sementara itu, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dalam pengukuran pilihan calon wakil presiden (cawapres) secara terbuka.
Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, dengan metode multistage random sampling dan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error 2,83 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 26 September hingga 6 Oktober 2026.
Hasil Survei Elektabilitas Calon Presiden
Dalam pengukuran elektabilitas presiden secara terbuka, responden diminta menyebutkan secara spontan nama tokoh yang akan mereka pilih jika Pilpres digelar saat ini. Hasilnya, Prabowo Subianto memperoleh dukungan sebesar 31,6 persen, diikuti oleh Dedi Mulyadi dengan 11,4 persen, dan Anies Baswedan sebesar 10,1 persen. Tokoh lain seperti Gibran Rakabuming Raka mendapat 6,9 persen, dan Ganjar Pranowo 4,4 persen. Sebanyak 25,5 persen responden menyatakan tidak tahu.
PPI juga melakukan simulasi dengan melibatkan 17 nama kandidat, yang mencakup ketua umum partai politik di parlemen serta tokoh potensial dari partai nonparlemen atau partai baru. Dalam simulasi ini, Prabowo memimpin dengan 34 persen dukungan, disusul Anies Baswedan 19,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 11,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 10,9 persen. Sebanyak 11,3 persen responden belum menentukan pilihan.
Simulasi lain dengan lima nama yang mewakili poros kekuatan politik nasional menunjukkan Prabowo memimpin dengan 40,5 persen, diikuti Anies 17,7 persen, AHY 14 persen, Gibran 12,2 persen, dan Pramono Anung 3,9 persen. Sedangkan simulasi tiga nama menunjukkan Prabowo memperoleh 41,5 persen, Anies 21,8 persen, dan Pramono 6,7 persen, dengan 30,1 persen responden belum menentukan pilihan.
Pengukuran Elektabilitas Calon Wakil Presiden
Dalam pengukuran calon wakil presiden secara terbuka, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan tertinggi sebesar 21 persen. Gibran Rakabuming Raka berada di posisi kedua dengan 14,2 persen, diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono 7,1 persen, Anies Baswedan 7 persen, dan Purbaya Yudhi Sadewa 4,8 persen.
Meskipun Dedi Mulyadi menempati posisi kedua dalam pengukuran elektabilitas presiden secara terbuka, ia tidak dimasukkan dalam simulasi capres yang melibatkan 17, lima, dan tiga nama. Hal ini dikarenakan Dedi Mulyadi masih menjadi bagian dari Partai Gerindra, sama seperti Prabowo Subianto, sehingga PPI menghindari simulasi head to head antara keduanya.
Konteks dan Signifikansi
Survei ini penting untuk memberikan gambaran awal dinamika politik menjelang Pilpres 2029. Elektabilitas tokoh-tokoh yang diukur mencerminkan preferensi publik saat ini dan potensi dukungan yang dapat berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, masih menjadi tokoh dominan dalam kancah politik nasional, sementara Dedi Mulyadi menunjukkan potensi kuat sebagai calon wakil presiden.
Simulasi yang dilakukan PPI mencakup berbagai kandidat dari partai politik besar maupun partai baru, termasuk tokoh-tokoh muda seperti Gibran Rakabuming Raka, yang diasumsikan diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Metodologi Survei
Survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling untuk memastikan representasi yang luas di seluruh provinsi. Pengumpulan data dilakukan secara tatap muka, yang memberikan tingkat keakuratan lebih tinggi dalam mengumpulkan opini publik. Tingkat kepercayaan survei adalah 95 persen dengan margin of error 2,83 persen, yang menunjukkan hasil survei ini cukup valid untuk menjadi acuan awal dalam memetakan elektabilitas calon-calon presiden dan wakil presiden.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















