TKD Tambahan Dukung Arahan Kasatgas PRR Lewat Revitalisasi Drainase Deli Serdang
M-Radar News, Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mewujudkan arahan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, dengan merevitalisasi drainase strategis menggunakan dana Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko banjir sekaligus memperkuat struktur jalan dan mendukung pemulihan sosial ekonomi pascabencana di wilayah tersebut.
Program revitalisasi drainase tersebut mencakup dua proyek utama yang sedang berlangsung di Kabupaten Deli Serdang. Pertama, pembangunan saluran drainase sepanjang 1,7 kilometer di ruas Jalan Metrologi-Batang Kuis, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan. Proyek ini menggunakan anggaran Rp 2,1 miliar dari TKD Tambahan 2026 dan dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi. Pengerjaan yang dimulai sejak Juli 2026 ini telah mencapai 90 persen dan dijadwalkan selesai November 2026.
Drainase baru di lokasi ini menggantikan saluran alami yang kecil dan mudah tersumbat, yang pada banjir tahun lalu sempat berdampak pada sekitar 1.800 kepala keluarga. Dengan adanya saluran persegi empat berukuran 80 cm lebar dan 1 meter kedalaman di sisi kiri jalan, genangan air dapat teratasi sehingga jalan utama terjaga kualitasnya dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar.
Proyek kedua berlokasi di Jalan Simpang Lonceng menuju Ujung Lingga, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru. Proyek sepanjang 608 meter ini dibiayai dengan anggaran Rp 761.952.000 dari TKD Tambahan dan menggunakan bentuk drainase trapesium dengan konstruksi beton yang diperkuat cengkang. Saluran dirancang melebar ke arah hilir menuju Sungai Lau Bilong, yang merupakan titik pembuangan akhir. Saat ini progresnya mencapai 60 persen dan ditargetkan selesai November 2026.
Wilayah Desa Lau Bakeri dikenal rawan genangan dan longsor, dengan bencana pada 2025 yang menyebabkan air menggenangi hingga kedalaman satu meter selama beberapa jam. Revitalisasi drainase ini penting untuk mengalirkan air limpasan secara efektif, menjaga struktur jalan penghubung antarkabupaten, dan meminimalkan risiko banjir serta dampak sosial ekonomi yang merugikan.
Pembangunan drainase merupakan bagian dari rekomendasi tata ruang dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang disusun Satgas PRR. Rencana ini mencakup perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, perbaikan tanggul, dan peningkatan kapasitas saluran untuk mengurangi genangan dan limpasan air permukaan di kawasan perkotaan dan perdesaan.
Kasatgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan percepatan normalisasi sungai dan pengelolaan sedimentasi dengan melibatkan kemitraan pihak ketiga. Menurut Tito, pelibatan pihak ketiga dapat mempercepat proses yang diperkirakan berlangsung hingga 2028 dan mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, terutama untuk alur sungai dengan risiko banjir rendah.
“Sungai yang tidak rawan banjir kembali mungkin lebih baik diserahkan kepada pemerintah daerah, lalu pemda kerja sama dengan pihak ketiga. Kalau tidak, tidak selesai kalau harus dikerjakan pemerintah pusat semua,” ujar Tito. Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif di tingkat daerah menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















