KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Selat Lombok, 211 Orang Berhasil Dievakuasi

KMP Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai, Bali-Lembar, Lombok Barat, terbakar saat melintas di Perairan Bangko-Bangko, Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) dini hari. Foto: istimewa

M-Radar News, Lombok Barat – KMP Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai, Bali-Lembar, Lombok Barat, terbakar saat melintas di Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari.

Insiden tersebut menyebabkan satu penumpang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 211 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tidak terdapat laporan korban luka-luka.

KMP Putri Yasmin milik PT Jemla Ferry berangkat dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA dengan tujuan Pelabuhan Lembar. Sekitar pukul 04.15 WITA, kapal dilaporkan terbakar saat berada di wilayah perairan Selat Lombok.

Lokasi kejadian berada di sekitar Perairan Bangko-Bangko. Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul dari salah satu truk box yang berada di dalam kapal. Namun, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan.

Setelah kebakaran terjadi, kru kapal bersama penumpang berupaya melakukan pemadaman awal. Pihak kapal juga meminta bantuan kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Informasi kejadian kemudian ditindaklanjuti tim SAR. KN SAR 220 Mataram bergerak menuju lokasi sekitar pukul 05.40 WITA untuk melakukan operasi penyelamatan.

Sejumlah armada turut membantu proses evakuasi, yakni KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal patroli Polairud Polda NTB, RIB Basarnas Mataram, RBB Basarnas Mataram, dan KMP Parama Kaliani.

Satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Indah Dwi Septiani, perempuan kelahiran Mataram, 17 September 2006.

Korban merupakan penumpang KMP Putri Yasmin dan berdomisili di kawasan Asrama Brimob Gatep, Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Indah dievakuasi menggunakan kapal Yacht Still Here bersama dua korban lainnya yang selamat. Kapal tersebut tiba sekitar pukul 11.00 WITA dengan membawa dua korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Sementara itu, proses evakuasi korban lainnya dilakukan secara bertahap menggunakan sejumlah kapal.

KN SAR 220 Mataram mengevakuasi 59 orang, RBB Basarnas Mataram 24 orang, KAL Lembar 18 orang, RIB Basarnas Mataram sembilan orang, kapal patroli Polairud Polda NTB 25 orang, serta KMP Parama Kaliani sebanyak 39 orang.

Sebanyak 35 orang lainnya sempat dievakuasi menggunakan KMP Portlink II menuju Padangbai. Sebagian korban kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lembar menggunakan armada lain.

Proses evakuasi secara keseluruhan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WITA dan dilaporkan berjalan aman.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi, S.H., datang ke Pelabuhan ASDP Lembar sekitar pukul 18.00 WITA untuk melihat langsung kondisi korban.

Kedatangan Menhub disambut Gubernur NTB, Kabinda NTB, Danlanal Mataram, serta jajaran terkait di Pelabuhan Lembar. Rombongan Menhub kemudian meninggalkan Pelabuhan ASDP Lembar sekitar pukul 18.59 WITA.

Data Manifest Masih Diverifikasi

Dalam penanganan insiden tersebut, terdapat perbedaan antara jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest dengan jumlah orang yang teridentifikasi saat proses evakuasi.

Data awal menunjukkan manifest mencatat 131 penumpang. Namun, data riil yang teridentifikasi mencapai 187 orang.

Perbedaan tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak terkait. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah pencatatan penumpang yang ikut dalam kendaraan angkutan, seperti truk, yang tidak seluruhnya tercatat secara individual dalam manifest.

Selain penumpang, terdapat 17 ABK serta sejumlah pekerja pendukung, yakni tiga petugas cleaning service, satu petugas keamanan, satu pengganti koki, dan dua kru kantin.

KNKT Investigasi Penyebab Kebakaran

Pihak berwenang hingga kini belum memastikan penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin. Dugaan sumber api dari salah satu truk box masih merupakan informasi awal. Kepastian mengenai penyebab kebakaran akan menunggu hasil investigasi.

Pemeriksaan direncanakan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dengan pendampingan KSOP Lembar.

Investigasi tersebut akan mencakup penyebab kebakaran, kronologi kejadian, sistem keselamatan kapal, penanganan awal, hingga kesesuaian data manifest dengan jumlah orang yang berada di atas kapal.

Sementara itu, kerugian materiil yang meliputi kapal, kendaraan, barang penumpang, dan muatan lainnya masih dalam proses pendataan.

Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin. Penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih menunggu hasil pemeriksaan serta pendataan resmi pihak berwenang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup