Gerak Cepat, Damkar Jembrana Amankan Ular Cobra di Rumah Warga
M-Radar News, Jembrana – Seekor ular King Cobra berukuran besar nyaris memakan korban di Jembrana. Beruntung gerak cepat pasukan Damkar Jembrana, berhasil menangkap binatang berbisa tersebut saat bersembunyi di balik tumpukan kayu gudang milik warga di Banjar Tegalasih, Desa Batuagung, Jembrana, Sabtu (18/7/2026) malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 WITA. Pemilik gudang, I Putu Westama (54), baru saja selesai membersihkan area kerjanya dan berniat menuju sungai terdekat untuk membasuh diri. Namun, langkahnya terhenti ketika sang anak mendengar suara desisan aneh yang cukup keras dari arah mesin pemotong kayu.
Penasaran sekaligus waspada, Westama langsung kembali ke dalam gudang untuk mengecek sumber suara. Betapa terkejutnya ia saat mendapati seekor King Cobra dengan panjang sekitar 180 sentimeter dan berat 1 kilogram tengah bersarang di belakang tumpukan kayu.
Karena khawatir ular berbisa tersebut membahayakan aktivitas di gudang, pemilik langsung menghubungi anggota Damkar, Aryadhi Aksa Putra, untuk meneruskan laporan ke markas komando. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Kasi Damkar) Jembrana, Kadek Bagus Darmawan.
Menerima laporan darurat tersebut, Regu III Damkar Jembrana yang sedang bersiaga langsung bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 19.30 WITA.
Berbekal keahlian dan peralatan penyelamatan yang memadai, tim rescue Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jembrana, hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mengevakuasi reptil mematikan tersebut.
Proses evakuasi berjalan dramatis namun berhasil diselesaikan dengan aman, lancar, dan terkendali tanpa memakan korban jiwa. Petugas menggunakan alat khusus untuk mengamankan ular dan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, warga sekitar mengaku lega setelah ular berhasil dievakuasi. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Damkar Jembrana mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemunculan ular, terutama di musim hujan.
Menurut Kasi Damkar Jembrana, pihaknya rutin melakukan sosialisasi kepada warga tentang cara menghadapi ular berbisa. Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan tindakan gegabah jika menemukan ular, melainkan segera menghubungi petugas.
Ular King Cobra yang diamankan kemudian dibawa ke kantor Damkar Jembrana untuk selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Ular tersebut akan dilepasliarkan di habitat yang jauh dari permukiman warga.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang ular. Tumpukan kayu dan barang bekas sebaiknya segera dibersihkan atau ditata rapi.
Damkar Jembrana mencatat, sepanjang tahun 2026 sudah ada puluhan laporan evakuasi ular di wilayah Jembrana. Sebagian besar ular yang dievakuasi adalah jenis sanca kembang dan cobra.
Dengan sigapnya petugas, kejadian mencekam ini berakhir tanpa korban jiwa. Warga pun kembali beraktivitas seperti biasa setelah ular berhasil diamankan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











