Karhutla di Desa Tanjung Kurung PALI Berhasil Dipadamkan

Karhutla di Desa Tanjung Kurung PALI Berhasil Dipadamkan

M-Radar News, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, berhasil dipadamkan setelah dua hari penanganan. Proses pemadaman berlangsung sejak Selasa, 21 Juli 2026, hingga Rabu, 22 Juli 2026, melibatkan personel Manggala Agni dan bantuan helikopter water bombing.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa tim terus berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas serta munculnya titik api baru. “Personel Manggala Agni melalui Daops Lahat melakukan pemadaman selama dua hari. Di hari kedua pemadaman dilakukan pada pagi hari, dan saat ini dilaporkan Karhutla Desa Tanjung Kurung sudah padam,” ujar Ferdian, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Ferdian, estimasi luas lahan yang terdampak kebakaran di Desa Tanjung Kurung mencapai 3 hektare. “Meskipun api telah padam, proses pemadaman masih terus berlangsung dengan mengutamakan pemadaman di titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan bara api,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya karhutla yang lebih luas, terutama pada musim kemarau.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebut karhutla di Kabupaten PALI merupakan area perkebunan sawit. Pihaknya menerjunkan helikopter pengebom air untuk membantu proses pemadaman. Helikopter itu tidak hanya memadamkan di Kabupaten PALI, tetapi juga dikerahkan untuk pemadaman karhutla di Muara Enim.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, “Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk pemadaman di PALI dan Muara Enim.” Karhutla di Muara Enim terjadi di wilayah Rambang Niru pada lahan seluas 2 hektare. “Sedangkan di PALI, lahan yang terbakar di Penukal, berupa perkebunan sawit diperkirakan juga seluas 2 hektare,” pungkas Sudirman.

Proses pemadaman di kedua lokasi terus berlangsung hingga api benar-benar padam dan tidak ada lagi titik panas yang terpantau.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup