Modus Mantan Asisten Keruk Rp25 Miliar dari Kocek Diana Pungky selama 9 Tahun

Modus Mantan Asisten Keruk Rp25 Miliar dari Kocek Diana Pungky selama 9 Tahun

M-Radar News, Jakarta – Mantan asisten pribadi Diana Pungky, Yulia, terungkap melakukan penggelapan dana senilai miliaran rupiah selama sembilan tahun. Tidak hanya memalsukan dokumen, Yulia juga diduga mengaku sebagai Diana Pungky saat melakukan transaksi keuangan di bank, sehingga berhasil meyakinkan pihak bank untuk melancarkan aksinya.

Kuasa hukum Diana Pungky, Vidi Galenso Syarief, menjelaskan bahwa Yulia memanfaatkan kepercayaan keluarga Diana sebagai kepala pengurus rumah tangga untuk melakukan tindakan penipuan dan penggelapan dana. “Ada indikasi pemalsuan dokumen dan identitas. Terlapor mengaku sebagai Ibu Diana Pungky sehingga pihak bank percaya dan mengonfirmasi,” ujarnya saat ditemui di Polda Metro Jaya pada 20 Agustus 2026.

Kecurigaan Diana Pungky muncul pada April 2024 ketika dia menemukan ketimpangan drastis pada saldo rekening banknya. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan banyak mutasi rekening dan pengeluaran yang tidak diketahui oleh Diana. “Ibu Diana akhirnya mengecek ke bank dan menemukan banyak transaksi yang tidak masuk akal dan tanpa persetujuan,” tambah Vidi.

Pengungkapan ini juga menyoroti hubungan kedekatan yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade antara Diana dan Yulia. Yulia bahkan dikenal sejak masa Diana masih bekerja dengan ayahnya, sehingga kepercayaan yang diberikan sangat besar. Namun, pada 20 Mei 2024, Yulia mengundurkan diri secara mendadak tanpa pemberitahuan langsung dan kemudian menghilang bersama dana yang digelapkannya.

Tim kuasa hukum Diana, termasuk Dwi Nofiyanti, menantang Yulia untuk membuktikan adanya instruksi transaksi dari Diana. Surat pengunduran diri Yulia pun tidak diserahkan langsung tetapi hanya dititipkan kepada asisten rumah tangga lain, menambah kecurigaan atas tindakannya.

Polisi Polda Metro Jaya kini tengah mendalami kasus ini, dengan nilai transaksi yang tengah diselidiki mencapai lebih dari Rp 25 miliar. Kerugian yang dialami Diana Pungky dilaporkan sekitar Rp 10 miliar. Penyidikan juga mencakup dugaan pemalsuan identitas yang digunakan untuk memuluskan transaksi perbankan.

Kasus ini menjadi peringatan penting mengenai risiko pengelolaan keuangan pribadi yang diserahkan kepada pihak ketiga, sekaligus menegaskan perlunya kewaspadaan meskipun hubungan telah terjalin lama dan kepercayaan tinggi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan keadilan bagi Diana Pungky.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup