Vokalis Band Pose Berlutut dan Sebut ‘Gaya Takbir’ Dilaporkan Polisi, Kenapa?
M-Radar News, Jakarta – Seorang vokalis band berinisial C dilaporkan ke Polda Metro Jaya setelah unggahan fotonya yang berpose berlutut sambil mengangkat kedua tangan dengan caption “gaya takbir” memicu kontroversi dan tuduhan penistaan agama.
Foto tersebut diambil saat C tampil di festival musik The Sounds Project yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada awal Agustus 2026. Unggahan yang awalnya viral ini kemudian dihapus oleh C setelah mendapat kecaman luas dari pengguna media sosial.
Laporan resmi telah diajukan oleh advokat Muhammad Dimas Saputra ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. C disangkakan melanggar Pasal 300 dan/atau Pasal 301 KUHP terkait penistaan agama.
Meski sudah menghapus unggahan dan memberikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya, vokalis bernama Clareesya ini tetap berurusan dengan hukum.
Dalam permintaan maafnya, Clareesya mengakui kesalahan penggunaan caption “gaya takbir” dan menyampaikan penyesalan atas kegaduhan yang terjadi. Ia juga menjelaskan, bahwa pose tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung atau menghina agama manapun.
Kontroversi ini menarik perhatian publik karena berkaitan dengan sensitivitas agama dan ekspresi seni di ruang publik. Foto dengan caption “gaya takbir” ini menimbulkan perdebatan di kalangan netizen mengenai batasan kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap simbol keagamaan.
Polisi hingga saat ini masih mendalami laporan tersebut dan akan menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil penyelidikan. Kasus ini menjadi sorotan penting terkait penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap masyarakat.
Festival The Sounds Project yang menjadi latar belakang kejadian ini merupakan ajang musik yang rutin digelar dan diikuti oleh berbagai musisi dari berbagai genre, termasuk grup musik Robokop yang merupakan tempat Clareesya bernaung.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan simbol dan kata-kata yang berkaitan dengan keagamaan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau konflik sosial.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











