Polisi Hong Kong Tangkap 125 Orang Terkait Skema Pidana Kuasai Pasar Kotak Makan Siang
M-Radar News, Polisi Hong Kong menangkap 125 orang yang diduga terlibat dalam skema pidana untuk menguasai pasar kotak makan siang di lokasi proyek konstruksi di Kowloon Timur. Penangkapan ini dilakukan oleh Biro Kejahatan Terorganisir dan Triad pada akhir pekan lalu setelah penyamaran selama beberapa bulan.
Dalam konferensi pers pada Senin (7 Juli 2026), Pelaksana Superintenden Senior Au Yeung Tak mengungkapkan bahwa sejumlah proyek perumahan besar yang sedang dibangun di Kowloon Timur menciptakan permintaan signifikan terhadap makanan siap saji. “Bisnis makanan di lokasi konstruksi memberikan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan, sehingga menarik perhatian triad yang aktif di Kowloon,” kata Au Yeung.
Geng ini berusaha menggunakan cara-cara ilegal dan kekerasan untuk campur tangan dan memonopoli bisnis tersebut. Selain kotak makan siang, geng yang sama juga terlibat dalam perjudian ilegal dan pemerasan terhadap sejumlah salon rambut.
Polisi meluncurkan operasi rahasia pada Maret lalu dengan menempatkan detektif untuk menyusup ke berbagai lokasi konstruksi. Akhir pekan lalu, mereka menggerebek sejumlah tempat, termasuk pabrik makanan tanpa izin, empat kios kaki lima ilegal, dan enam tempat perjudian ilegal yang dikuasai triad.
Total 125 orang ditangkap, terdiri dari 48 pria dan 77 wanita, dengan rentang usia 22 hingga 81 tahun. Mereka dituduh melakukan berbagai kejahatan, termasuk pemerasan, intimidasi kriminal, perusakan, pencucian uang, dan mengoperasikan restoran tanpa izin.
Hong Kong dikenal memiliki triad atau sindikat kejahatan yang telah lama terlibat dalam berbagai kegiatan kriminal, mulai dari perampokan bank dan pemerasan hingga perdagangan narkoba dan pencucian uang. Kasus terbaru ini menunjukkan diversifikasi kegiatan mereka ke sektor yang lebih kecil sekalipun.
Menurut Au Yeung, bisnis kotak makan siang di lokasi konstruksi memang menggiurkan karena jumlah pekerja yang banyak dan kebutuhan akan makanan praktis. Namun, praktik monopoli dengan kekerasan jelas melanggar hukum dan merugikan pedagang lain serta konsumen.
Polisi berkomitmen untuk terus memberantas kegiatan triad dan melindungi masyarakat dari praktik ilegal semacam ini. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









