Nelayan Aceh Barat Selamat usai Terombang-ambing Empat Hari di Laut

Nelayan Aceh Barat Selamat usai Terombang-ambing Empat Hari di Laut

M-Radar News, Meulaboh – Seorang nelayan asal Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Ridwan (53), ditemukan selamat setelah terombang-ambing selama empat hari tiga malam di tengah laut akibat kerusakan mesin boat yang dikemudikannya. Korban ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa, 7 Juli 2026 sore sekitar 30 mil dari lepas pantai Aceh Barat dan langsung dievakuasi ke daratan untuk diserahkan kepada keluarga.

Kedatangan Ridwan di daratan disambut haru oleh keluarga yang telah menunggu sejak korban dilaporkan hilang kontak pada Sabtu pagi. Sebelumnya, Ridwan berangkat melaut seorang diri menggunakan boat berukuran 2 Gross Ton dengan hanya membawa sebungkus nasi dan persediaan air minum seadanya.

Abang korban, Muhammad Yunus, yang juga mantan Panglima Laot Aceh Barat, mengatakan kerusakan mesin membuat boat tidak lagi dapat dijalankan sehingga korban hanya bisa bertahan sambil menunggu pertolongan.

“Waktu ditemukan dia duduk dalam jangkar, karena boat udah rusak, patah klep ya kan ga bisa dikasih hidup, jadi dia buang tu. Beras ga ada lagi, alat alat makan tidak ada lagi, pokoknya doa lah,” ujarnya.

Proses pencarian dilakukan secara terpadu oleh tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Pos Meulaboh, Satpolairud Polres Aceh Barat, BPBD Aceh Barat, serta Lembaga Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat. Pencarian terus dilakukan hingga hari keempat dengan menyisir perairan di sekitar wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya.

Kasat Polairud Polres Aceh Barat, AKP Karianta, mengatakan korban akhirnya ditemukan sekitar 30 mil ke arah selatan wilayah Nagan Raya dalam kondisi selamat.

“Dengan ditemukannya hari ini, hari ke empat pencarian, alhamdulillah dengan bantuan sar gabungan beserta dengan panglima laot, kita temukan lebih kurang jarak 30 mil yang arah ke selatan wilayah nagan raya,” katanya.

Keberhasilan operasi pencarian tersebut menjadi hasil dari koordinasi yang baik antara unsur SAR, kepolisian, pemerintah daerah, dan Panglima Laot. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapan peralatan dan keselamatan bagi nelayan sebelum melaut guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup