4 Remaja Terseret Ombak di Pantai Tuturuga, 2 Tewas dan 1 Hilang
M-Radar News, Minahasa – Liburan akhir pekan di Pantai Tuturuga, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, berubah menjadi tragedi setelah empat remaja terseret ombak besar saat berenang pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 17.30 WITA. Dua remaja meninggal dunia, satu masih dirawat, dan satu lainnya hingga kini masih hilang.
Peristiwa bermula ketika keempat remaja asal Tomohon berenang di kawasan pesisir Pantai Tuturuga. Gelombang tinggi tiba-tiba menghantam dan menyeret mereka ke tengah laut hingga kehilangan kendali. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan berhasil mengevakuasi tiga korban ke RS Tondano. Sayangnya, dua di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Manado langsung menerjunkan Tim Rescue pada pukul 19.05 WITA setelah menerima laporan dari BPBD Minahasa. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) melibatkan TNI, Polri, dan nelayan setempat dengan menggunakan perahu karet, peralatan selam, Aqua Eye, dan drone thermal untuk mencari korban yang masih hilang.
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta mengutamakan keselamatan saat berada di laut.
Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur (NTT), gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada 15 Agustus 2026 telah memaksa 640 warga mengungsi di dataran tinggi Pulau Sukun, Desa Samparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Meskipun rumah-rumah mereka masih berdiri dan hanya mengalami retakan ringan, warga memilih mengungsi karena takut gempa susulan yang terus mengguncang.
Pengungsi tinggal di tenda darurat tanpa sekat yang memadai, berbagi ruang bersama dengan kondisi minim fasilitas. Gempa susulan yang terjadi hampir setiap menit membuat rasa aman sulit diraih. BMKG memprediksi gempa susulan di wilayah tersebut akan terus terjadi selama beberapa minggu ke depan, meskipun intensitasnya akan menurun secara bertahap.
Warga di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, juga mengalami guncangan gempa susulan yang sangat sering. Salah satu warga, Baria, menyatakan gempa terasa setiap menit, membuat mereka hanya bisa berharap dan berdoa. Kondisi ini diperparah dengan hujan disertai angin kencang yang juga melanda wilayah tersebut.
Upaya penanganan bencana di NTT terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Penanganan pengungsi dan perbaikan infrastruktur diharapkan dapat selesai dalam dua pekan ke depan untuk mengembalikan kondisi normal bagi warga terdampak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












