Malaysia Ketar-ketir Kabut Asap, ASEAN Diminta Segera Bertindak

Malaysia Ketar-ketir Kabut Asap, ASEAN Diminta Segera Bertindak

M-Radar News, Kuala Lumpur – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Indonesia, kini berdampak serius hingga ke wilayah Sarawak, Malaysia, memaksa pemerintah setempat menutup ratusan sekolah dan meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini mendorong Malaysia untuk menyerukan tindakan cepat dari negara-negara ASEAN dalam menangani masalah kabut asap lintas batas yang semakin mengkhawatirkan.

Kualitas udara di beberapa wilayah Sarawak dan Melaka tercatat sangat buruk dengan Indeks Polutan Udara (API) yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Wilayah Serian di Sarawak bahkan mencatat API tertinggi mencapai 190, diikuti oleh Kuching, Samarahan, dan beberapa daerah lain yang kualitas udaranya memburuk drastis. Dampak kabut asap ini juga dirasakan di wilayah perbatasan lainnya seperti Tebedu dan Pontianak, di mana sekolah-sekolah diliburkan untuk mengurangi risiko kesehatan anak-anak.

Malaysia menegaskan komitmennya untuk mencapai ASEAN bebas kabut asap pada 2030 melalui implementasi Perjanjian ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (AATHP). Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, telah menyampaikan keprihatinan ini secara resmi kepada Sekretaris Jenderal ASEAN. Cuaca kering yang berkepanjangan dan fenomena El Nino yang diprediksi akan semakin menguat dalam beberapa bulan mendatang berpotensi memperparah kondisi kabut asap di kawasan ini.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Abdullah Zulkifli, mengakui bahwa asap yang menyelimuti Sarawak merupakan akumulasi dari kebakaran hutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta titik api yang juga muncul di wilayah Sarawak sendiri. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai upaya penanggulangan karhutla sejak Juni 2026, termasuk pengerahan personel, helikopter, penyemaian awan, dan operasi water bombing untuk memadamkan api.

Media asing pun menyoroti kondisi ini, mencatat peningkatan titik panas dan dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat di Malaysia. Penanganan karhutla menjadi prioritas utama Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, guna mengurangi risiko kabut asap lintas batas yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat di kedua negara.

Dengan situasi yang semakin memburuk, Malaysia mendesak ASEAN untuk memperkuat koordinasi dan langkah preventif agar kabut asap dapat diminimalisir dan tidak terus berulang di masa mendatang. Langkah kolektif ini penting untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat di kawasan ASEAN secara keseluruhan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup