Hari Terakhir MPLS 2026, SMKN 1 Surabaya Tampilkan Siswa Penari Inklusi

Hari Terakhir MPLS, SMKN 1 Surabaya Menampilkan Siswa Penari Inklusi

M-Radar News, Surabaya – Memasuki hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026, SMK Negeri 1 Surabaya menghadirkan penampilan Tari Pecut Samandiman dari Kediri. Yang menarik, pihak sekolah menampilkan salah satu siswa inklusi bernama Gilang Nugraha.

Gilang, merupakan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual kelas 11 di SMKN 1 Surabaya, yang mengidap slow learner. Ia sudah menggeluti dunia tari sejak 2021. Dirinya tampil untuk menghibur adik kelasnya yang baru bergabung di kelas 10 pada tahun ajaran 2026/2027.

Saat ditanya, Gilang mengaku persiapan untuk penampilannya kali ini sudah cukup lama. Selain itu, properti pentas seperti pecut yang ia kenakan juga hasil rajutannya sendiri sehingga penampilan terasa spesial.

“Aku mempersiapkan penampilan kali ini sudah cukup lama. Pakaian yang aku pakai ini juga buat sendiri. Dan pecut yang aku gunakan untuk tampil kali ini juga aku buat secara mandiri. Kalau untuk tarinya, aku belajar otodidak karena memang suka dari kecil,” ujarnya.

Gilang juga menceritakan kemampuan lain selain menari, yakni melukis. Ia tergabung dalam organisasi Rumah Anak Prestasi Surabaya. Dari hasil lukisannya, ia telah menorehkan beberapa karya dan bahkan telah dikomersialisasikan melalui medium kaos sablon.

“Selain penari, aku juga seorang pelukis. Aku juga aktif di Rumah Anak Prestasi Surabaya. Di situ aku sudah melukis banyak gambar, dan dari lukisanku itu juga ada yang aku pakai di sablon. Beberapa sudah ada yang terjual,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MPLS SMKN 1 Surabaya Muallief Wardhana menyebut, penampilan siswa inklusi pada MPLS tahun ini bertujuan mengajarkan siswa untuk bertoleransi serta mewujudkan MPLS Ramah bagi antar siswa.

“Harapannya agar seluruh anak memahami perbedaan, bahwa di balik perbedaan yang ada ini pasti ada hal positif yang bisa kita dapat. Terlebih memang kami pihak sekolah ingin menampilkan suatu hal yang inspiratif dari penampilan Gilang kali ini,” ucap Muallief.

Selain penampilan Tari Pecut, MPLS hari terakhir di SMKN 1 Surabaya juga menghadirkan pihak BNN Provinsi Jatim dan Babinsa Koramil wilayah Wonokromo untuk memaparkan materi serta deklarasi bahaya narkoba dan anti-bullying.

Pihak sekolah juga menanamkan aspek ketahanan pangan pada materi MPLS kali ini. Hal itu ditandai dengan kegiatan menanam berbagai komoditas buah dan sayuran serta melakukan pembibitan ikan seperti gurami dan nila yang dipandu langsung oleh OSIS dan guru pembimbing.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup