Inovasi Perizinan Berbasis Digital, Wali Kota Surabaya Terima Kunjungan Tim Pelaksana PPB dan BKPM
M-Radar News, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menerima kunjungan Tim Pelaksana Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah dan Tim Panel Penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan ini bertujuan melakukan verifikasi lapangan serta wawancara mendalam sebagai rangkaian tahapan penilaian Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menciptakan iklim investasi kondusif lewat inovasi perizinan berbasis digital. Salah satunya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta penguatan fungsi Klinik Investasi.
”Sistem kami memungkinkan pemantauan secara real-time dari ruang kerja. Berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Pemohon juga bisa melacak berkas perizinan langsung dari ponsel pintar. Kami juga menyediakan Klinik Investasi untuk mendampingi investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan,” ujar Eri.
Langkah efisiensi dan transparansi ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Kota Pahlawan.
”Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya, investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh,” tambahnya.
Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya mematok target realisasi investasi sebesar Rp43 triliun, naik signifikan dari capaian tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp35 triliun hingga Rp36 triliun. Meski tengah dinilai dalam ajang ALI 2026.
Eri menekankan bahwa penghargaan bukanlah muara utama dari kebijakan tersebut. “Penghargaan itu bonus. Sasaran utama kami adalah investasi bergerak, angka kemiskinan dan stunting berkurang, serta masyarakat sejahtera,” tegasnya.
Sementara, Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang, menjelaskan kehadiran timnya bersama Wakil Ketua Kadin adalah untuk melakukan uji petik atas pemaparan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Wali Kota Surabaya.
”Penilaian berfokus pada dua aspek utama, yaitu kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB),” jelas Hasyim.
Rangkaian penilaian tersebut meliputi wawancara langsung dengan DPMPTSP, dinas teknis perizinan, hingga puluhan pelaku usaha dari sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan UMKM di Surabaya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












