Tanggap Bencana Karhutla TN Bromo Tengger Semeru, Pemkot Surabaya Terjunkan Tim DPKP
M-Radar News, Surabaya — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerjunkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS).
Sebanyak lima personel DPKP Surabaya dikirim ke lokasi dengan membawa dua unit armada, yakni satu fire truck berkapasitas 3.000 liter dan satu unit mobil ranger. Tim gabungan ini bertugas memadamkan titik api di area yang terisolasi dan sulit dijangkau.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengungkapkan bahwa pengerahan personel ini dilakukan usai menerima permintaan dukungan resmi dari BPBD Jawa Timur dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya pada Sabtu (8/8/2026) malam.
”Kami diminta membantu penanganan karhutla di kawasan TN-BTS. Setelah berkoordinasi, tim rescue dan pasukan rayon langsung berangkat pada Minggu (9/8/2026) pagi,” ujar Laksita Rini, Rabu (12/8/2026).
Laksita menjelaskan, karhutla di kawasan TN-BTS terdeteksi sejak 3 Agustus 2026. Api dilaporkan terus meluas hingga kawasan utara B29 dan bergerak menuju area sekitar kaldera.
Dalam menjalankan tugasnya, tim DPKP Surabaya terdiri atas tiga personel rescue dan dua personel pasukan rayon. Selain kendaraan operasional, mereka juga dibekali peralatan pemadam khusus, termasuk AFT Backpack (Advanced Firefighting Technology)—alat pemadam portabel bertekanan tinggi berkapasitas 10 liter yang dipanggul di punggung.
”Kami membawa dua unit alat pemadam panggul bertekanan tinggi. Peralatan ini sangat efektif memadamkan titik api padat di lokasi yang sulit diakses,” jelas Laksita.
Selama di lapangan, tim bergerak menyisir beberapa titik rawan, mulai dari kawasan Pasar Berisik hingga mengarah ke Ranu Pane. Karena beratnya medan, pemadaman darat dipadukan dengan operasi udara (water bombing) menggunakan helikopter.
Proses pemadaman tidak berlangsung tanpa kendala. Medan ekstrem berupa lautan pasir Bromo sempat membuat kendaraan tim terperosok, terutama saat melintas pada siang hari ketika tekstur pasir melunak.
”Alhamdulillah, semua personel selamat dan sehat. Saat awal datang, mobil sempat terperosok karena medan lautan pasir. Tekstur pasir di siang hari jauh lebih sulit dilalui dibanding pagi hari,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu personel rescue DPKP Surabaya, Ilham, menyampaikan bahwa tim gabungan telah berhasil menyisir dan memadamkan titik api di beberapa blok krusial, seperti Blok Tepelan, Watu Tulis, hingga Resort Ranu Pane.
Operasi pemadaman ini merupakan sinergi lintas instansi yang melibatkan DPKP Surabaya, BPBD Jawa Timur, DPKP daerah sekitar, Manggala Agni, BPBD setempat, serta relawan.
Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, lima personel DPKP Surabaya ditarik kembali dan tiba di Surabaya pada Selasa (11/8/2026) dalam kondisi sehat serta siap bertugas kembali. (*)
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












