Kebakaran Lahan Masih Terjadi di Gunung Raung, Asap Kawah Teramati 200 Meter dari Puncak

Kebakaran Lahan Masih Terjadi di Gunung Raung, Asap Kawah Teramati 200 Meter dari Puncak. Foto: istimewa/magma.

M-Radar News, Banyuwangi – Kebakaran lahan hutan di kawasan Gunung Raung masih terpantau, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Titik api dilaporkan berada di sekitar batas vegetasi sisi selatan gunung.

Di tengah kondisi tersebut, asap kawah utama Gunung Raung juga masih teramati. Berdasarkan hasil pengamatan, asap berwarna putih dengan intensitas tipis membubung hingga sekitar 200 meter dari puncak.

Gunung Raung berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur. Gunung api tersebut memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut dengan koordinat 8,125° Lintang Selatan dan 114,042° Bujur Timur.

Kondisi Gunung Raung

Data pengamatan menunjukkan puncak Gunung Raung terpantau dari kondisi jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0–III. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis.

Sementara itu, titik api akibat kebakaran lahan hutan masih terpantau di sekitar batas vegetasi sisi selatan Gunung Raung.

Kondisi cuaca di kawasan gunung dilaporkan cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang dengan arah dominan ke selatan dan barat. Suhu udara tercatat berkisar antara 18 hingga 39 derajat Celsius.

Aktivitas Kegempaan

Selain kebakaran lahan, aktivitas kegempaan Gunung Raung juga masih tercatat dalam pengamatan.

Dalam periode pengamatan, tercatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 51 detik.

Kemudian, terjadi satu kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3 milimeter, S-P 2,55 detik, dan durasi 29 detik.

Satu gempa Tektonik Lokal juga tercatat dengan amplitudo 4 milimeter, S-P 7,38 detik, serta durasi 44 detik.

Sementara itu, gempa Tektonik Jauh tercatat sebanyak 23 kali dengan amplitudo berkisar 2–32 milimeter, S-P 10,4–82 detik, dan durasi 45–423 detik.

Selain itu, tercatat satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5–1 milimeter, dengan amplitudo dominan 0,5 milimeter.

Masyarakat Diminta Patuhi Ketentuan Keselamatan

Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan Gunung Raung diminta mematuhi ketentuan keselamatan yang ditetapkan pihak berwenang.

Masyarakat dilarang mendekati pusat erupsi di kawah puncak dalam radius 3 kilometer. Pengunjung juga dilarang turun ke dalam kaldera Gunung Raung.

Imbauan tersebut menjadi penting karena masih terdapat titik api di sisi selatan kawasan gunung, sementara aktivitas kegempaan dan asap kawah juga masih teramati.

Masyarakat diminta terus mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Raung.

Keselamatan masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan gunung api diharapkan tetap menjadi perhatian utama selama kondisi kebakaran lahan dan aktivitas Gunung Raung masih berlangsung.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup