Topan Dolphin Landa Sejumlah Wilayah di China, Beijing hingga Henan Terendam Banjir

Topan Dolphin Landa Sejumlah Wilayah di China, Beijing hingga Henan Terendam Banjir. Foto: dok/kmpr

M-Radar News, Beijing Topan Dolphin membawa hujan deras yang menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di China, termasuk Beijing dan Provinsi Henan. Bencana ini memicu gangguan lalu lintas dan aktivitas masyarakat di beberapa daerah terdampak.

Beijing menetapkan peringatan hujan badai tingkat kedua tertinggi setelah curah hujan ekstrem yang mengubah jalan raya utama menjadi sungai.

Sekitar 250 rute bus dihentikan operasionalnya dan 150 tempat wisata ditutup sementara. Selain itu, kecepatan operasional 10 jalur kereta bawah tanah di kota tersebut dikurangi untuk mengantisipasi situasi darurat.

Di distrik Changping, bagian utara Beijing, tercatat curah hujan tertinggi mencapai 90,7 milimeter dalam satu jam. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terhenti dan sejumlah kendaraan, termasuk bus, terendam banjir.

Topan Dolphin yang mulai melemah setelah menempuh perjalanan lebih dari 6.000 kilometer, mendarat di Provinsi Zhejiang pada Minggu lalu. Meski badai telah melemah, sisa-sisa topan masih membawa uap air tropis yang meningkatkan risiko banjir di wilayah daratan China bagian tengah dan timur.

Warga di Provinsi Henan, khususnya kota Luohe, terdampak langsung dengan aktivitas harian yang terganggu. Sejumlah kendaraan tergenang banjir dan warga harus berjalan melintasi genangan air yang cukup tinggi.

Seorang warga bernama Zhao Junxia menyampaikan ketidaknyamanan akibat dampak hujan deras terhadap pekerjaan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari dikutib kumparan, Kamis (13/8/2026).

Rekor curah hujan pecah di beberapa wilayah, termasuk Zhejiang, Henan, dan Hubei. Kota Wugang di Henan mencatat curah hujan 209,5 milimeter dalam satu hari, sedangkan Xiangyang mencatat 169,1 milimeter. Kondisi ini menambah tekanan terhadap infrastruktur dan kesiapsiagaan lokal menghadapi bencana banjir.

Warga setempat telah mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan air.

Para ahli meteorologi China juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat prakiraan cuaca dan meningkatkan ketahanan menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.

Hujan deras akibat Topan Dolphin diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat di wilayah utara dan tengah China diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup