Arab Saudi Cegat Drone Houthi Sebelum Masuk Kota Mekkah, Kemlu Imbau WNI Waspada
M-Radar News, Arab Saudi – Pasukan pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone milik kelompok Houthi yang berusaha memasuki wilayah udara terlarang di sekitar kota suci Mekkah. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan regional dan memicu imbauan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurut pernyataan resmi, drone tersebut berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai zona terlarang Mekkah, yang oleh Arab Saudi ditegaskan sebagai “garis merah” dalam menjaga keamanan dua masjid suci dan para jamaah. Kolonel Turki Al-Malki, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, menyatakan bahwa tindakan tegas akan terus dilakukan demi menjaga stabilitas dan keselamatan di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui Direktur Pelindungan WNI, Heni Hamidah, mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi. Hingga saat ini, belum ada laporan korban atau kerugian yang dialami oleh warga Indonesia akibat insiden ini. Hotline bantuan dari Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal RI juga telah disiagakan untuk memberikan dukungan jika diperlukan.
Situasi keamanan sempat memaksa warga lokal dan pendatang untuk berlindung di dalam gedung, namun status darurat telah dicabut setelah ruang udara dinyatakan kondusif. Sementara itu, para pekerja migran Indonesia yang berada di Arab Saudi masih menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan berarti, dan belum ada permintaan evakuasi atau kepulangan dari mereka.
Kelompok Houthi sendiri membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menegaskan bahwa operasi mereka menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militer, bukan tempat-tempat suci. Namun, Arab Saudi menyebut aksi tersebut sebagai serangan teroris yang tidak dapat ditoleransi dan menegaskan haknya untuk mengambil langkah yang diperlukan demi mempertahankan keamanan wilayah dan masyarakatnya.
Serangan drone ini mendapat kecaman dari sejumlah negara Muslim, termasuk Turki dan Palestina, yang menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan kota suci Mekkah bagi dunia Islam. Kementerian Luar Negeri Turki mengajak semua pihak menahan diri agar ketegangan di kawasan tidak meningkat.
Insiden ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, yang telah berlangsung sejak 2014. Dampak dari serangan ini menjadi perhatian internasional karena berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan mengancam jalur pelayaran serta pasokan energi di Laut Merah.
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi melalui perwakilan diplomatiknya di Arab Saudi dan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI. Komunikasi aktif dan imbauan keamanan akan terus dilakukan selama situasi masih berpotensi bergejolak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










