Ketua Forum PUSPA Bali Ingatkan Remaja Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Pernikahan Dini

Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMPN 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/04/2026). Foto: dok/hum.

M-RADARNEWS.COM, BALI – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengingatkan para remaja untuk fokus belajar, menghindari bullying, serta menjauhi pernikahan dini. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMPN 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/04/2026).

Seniasih menegaskan, bahwa masa remaja merupakan fase rentan ketika anak sedang mencari jati diri. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengawal tumbuh kembang dan pergaulan anak, termasuk memberikan perhatian terhadap masalah internal yang mereka hadapi.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu atau putus asa. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ujarnya.

Seniasih juga mengingatkan agar orang tua tetap mengawasi pergaulan anak di tengah kesibukan. Perubahan ekspresi wajah, kebiasaan menyendiri, hingga sikap murung perlu disikapi dengan pendekatan yang hangat agar anak tidak menjadi korban bullying tanpa diketahui lingkungan keluarga.

Menurutnya, dengan pendampingan yang baik, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi bertanggung jawab baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Mereka diharapkan dapat menyayangi diri sendiri sehingga mampu menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas, serta menjaga kepercayaan orang tua agar terhindar dari risiko pernikahan dini.

Seniasih juga menekankan pentingnya menghindari kekerasan verbal dalam keluarga. “Jangan membiasakan berkata kasar, karena itu dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin. Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani menyampaikan, bahwa bullying menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi semangat dan fokus anak-anak dalam belajar.

Ia menjelaskan, bahwa anak menghabiskan waktu sekitar delapan jam di sekolah, delapan jam di rumah, dan delapan jam di lingkungan luar, sehingga pengawasan dan pola asuh orang tua sangat menentukan pembentukan karakter.

“Merencanakan masa depan yang baik membutuhkan masa remaja yang berkualitas. Karena itu, perhatian dan pola pengasuhan dari orang tua sangat krusial,” jelasnya.

Sosialisasi yang menyasar remaja tingkat SMP ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan masa depan yang jelas, termasuk pemahaman mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas yang dapat memicu pernikahan dini.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yaitu Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan materi terkait Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025.

Dalam regulasi itu dijelaskan, bahwa kesehatan reproduksi mencakup kondisi sehat fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berhubungan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan sekadar bebas dari penyakit atau disabilitas. (rd/**)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup