Viral di TikTok, Asinan Padat Raya Raup Omzet Rp8 Juta Sehari
M-Radar News, Palembang – Asinan Padat Raya, kuliner asal Palembang, viral di TikTok dan meraup omzet hingga Rp8 juta per hari saat ramai. Pemilik usaha, Tini, mengaku peningkatan pembeli terjadi setelah banyak konten ulasan di media sosial.
“Kami bersyukur karena sejak ramai di TikTok, pembeli semakin banyak. Banyak yang datang setelah melihat review di media sosial. Kalau sedang ramai, omzet sehari bisa mencapai Rp8 juta, tetapi untuk omzet bulanan tidak menentu, biasanya sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta,” ujar Tini, Minggu 12 Juli 2026.
Asinan Padat Raya menawarkan beragam varian buah dan rasa. Mulai dari mangga pedas, mangga manis, mangga mix, mangga kiamboy, mangga kiamboy delima, nanas pedas, jambu kristal, kiamboy rambutan, asinan salak, hingga jambu citra pedas. Banyaknya pilihan menjadi daya tarik yang membuat pelanggan kembali membeli.
Seiring meningkatnya permintaan, usaha ini terus mengembangkan sayap dengan membuka cabang di Lubuklinggau, Jambi, dan Lahat. Sementara di Palembang, terdapat dua gerai yang berlokasi di Jalan Dwikora dan kawasan Sekojo.
Salah seorang pelanggan, Hanifa (20) warga Pakjo, mengaku mengetahui Asinan Padat Raya dari TikTok yang kerap muncul di halaman FYP. Setelah mencobanya, ia menilai rasa asinan yang segar, bumbu yang pas, serta pilihan buah yang beragam membuatnya menjadi pelanggan tetap.
“Awalnya lihat di TikTok karena sering muncul di FYP. Setelah dicoba ternyata rasanya enak, bumbunya pas dan pilihan variannya juga banyak. Sekarang saya sering beli, apalagi kalau cuaca sedang panas,” katanya.
Menurut Tini, meningkatnya eksposur di media sosial menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pasar. Selain pelanggan lokal, banyak pembeli dari luar daerah yang sengaja datang untuk mencoba asinan setelah melihat rekomendasi di platform digital.
Viralnya Asinan Padat Raya menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial mampu mendorong pertumbuhan usaha kuliner lokal. Dukungan ulasan pelanggan dan kreator konten dinilai efektif memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah pesatnya perkembangan industri kuliner.
Penulis: Halwa Az Zahra, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












