BKKBN dan OJK Edukasi Literasi Keuangan untuk Cegah Stunting di Belitung

BKKBN dan OJK Edukasi Literasi Keuangan untuk Cegah Stunting di Belitung

M-Radar News, BKKBN bersama OJK menggelar edukasi literasi keuangan bagi keluarga pekerja informal dan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Belitung, Rabu, 15 Juli 2026, di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainudin. Kegiatan ini bertujuan mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan menekan angka stunting di daerah tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan bahwa kolaborasi dengan OJK merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting. Menurut Fazar, dukungan OJK tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting.

“Harapannya, bantuan yang diberikan dapat mencegah munculnya kasus stunting baru. Anak yang sudah mengalami stunting memang membutuhkan penanganan khusus, tetapi melalui upaya pencegahan ini kami ingin menekan angka stunting ke depan sehingga target penurunan stunting pada 2026 dapat tercapai,” ujar Fazar.

Ia menjelaskan, dukungan dalam program tersebut tidak hanya berupa paket makanan bergizi, tetapi juga melibatkan mitra OJK melalui bantuan pembangunan jamban, rumah layak huni, hingga edukasi kepada keluarga. “Karena bantuan saja tidak cukup jika orang tua tidak memiliki pengetahuan tentang pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting. Bantuan fisik harus diiringi dengan edukasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala OJK Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, mengatakan edukasi literasi keuangan diberikan agar masyarakat mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak. “Dalam kegiatan ini kami memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Masyarakat perlu memahami pentingnya memisahkan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dengan dana untuk tabungan maupun investasi,” ujar Eko.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai pinjaman online ilegal yang dapat merugikan dan mengganggu kondisi ekonomi keluarga. Eko meminta masyarakat menggunakan layanan pinjaman yang legal dan telah terdaftar di OJK apabila membutuhkan pembiayaan, karena tingkat bunga, mekanisme penagihan, serta perlindungan data pribadi telah diatur sesuai ketentuan.

Kegiatan Bulan Literasi Keuangan Kepulauan Bangka Belitung mengusung tema “Keluarga Cermat Finansial, Anak Tumbuh Optimal”. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang baik, sehingga keluarga dapat lebih fokus pada pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Dengan literasi keuangan yang baik, keluarga diharapkan mampu merencanakan pengeluaran secara efektif, termasuk alokasi untuk makanan bergizi, kesehatan, dan pendidikan anak. Hal ini penting karena stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi, tetapi juga oleh kondisi ekonomi keluarga yang kurang stabil.

Pemerintah Kabupaten Belitung menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap kolaborasi antara BKKBN dan OJK dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap stunting.

Data dari BKKBN menunjukkan bahwa angka stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih perlu ditekan. Dengan adanya program GENTING dan dukungan dari berbagai pihak, target penurunan stunting pada 2026 diharapkan dapat tercapai.

OJK juga menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Menurut Eko, keluarga yang cermat dalam mengelola keuangan akan lebih mampu menyediakan kebutuhan gizi anak secara optimal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Belitung, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas, bebas dari stunting,” pungkas Eko.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup