Burhanudin Abdullah Masuk Bursa Calon Gubernur BI: Profil dan Rekam Jejak

Burhanudin Abdullah Masuk Bursa Calon Gubernur BI: Profil dan Rekam Jejak

M-Radar News, Jakarta – Nama Burhanudin Abdullah mencuat sebagai salah satu kandidat kuat calon Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Ekonom senior yang pernah menjabat Gubernur BI periode 2003-2008 ini kembali menjadi sorotan, meskipun rekam jejaknya diwarnai kasus korupsi.

Pengunduran diri Perry Warjiyo membuat posisi Gubernur BI lowong. Sesuai Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Presiden dapat mengajukan maksimal tiga nama calon ke DPR untuk menjalani uji kelayakan. Nama Burhanudin Abdullah pun digadang-gadang masuk dalam daftar usulan Presiden Prabowo Subianto.

Profil dan Karier

Burhanudin Abdullah lahir di Garut, 10 Juli 1947. Ia meraih gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Padjadjaran pada 1974 dan Master of Arts in Economics dari Michigan State University, Amerika Serikat pada 1984. Ia juga menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro.

Kariernya di Bank Indonesia dimulai sejak 1994 sebagai Kepala Bagian Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan Internasional. Ia kemudian menjabat sebagai Gubernur BI dari 2003 hingga 2008.

Sebelumnya, pada 2001, ia dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid. Burhanudin juga pernah menjadi Assistant Executive Director IMF untuk kawasan Asia Tenggara.

Di luar pemerintahan, ia aktif sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dua periode (2003-2008). Pada 2024, ia menjadi Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran. Pada Mei 2026, ia ditetapkan sebagai Dewan Penasihat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Kasus Korupsi YPPI

Mencuatnya nama Burhanudin Abdullah tidak lepas dari kontroversi hukum. Ia pernah menjadi terpidana kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia yang bersumber dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI).

Kasus ini merugikan negara sekitar Rp100 miliar. Burhanudin menjalani proses peradilan dan divonis bersalah oleh pengadilan. Meski demikian, ia tetap memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan moneter.

Peluang Menjadi Gubernur BI

Saat dikonfirmasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta publik bersabar menunggu pengumuman resmi. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengikuti arahan Presiden. Hingga saat ini, posisi Gubernur BI diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.

Proses seleksi calon Gubernur BI diperkirakan akan berlangsung setelah masa reses DPR berakhir. Keputusan Presiden menjadi kunci siapa yang akan memimpin bank sentral ke depan.

Publik pun menanti apakah Burhanudin Abdullah benar-benar akan diajukan sebagai calon mengingat latar belakangnya yang kuat di sektor moneter namun dibayangi kasus hukum.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup