Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN Akibat Alasan Kesehatan di Tengah Sorotan Kasus MBG

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN Akibat Alasan Kesehatan di Tengah Sorotan Kasus MBG

M-Radar News, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan melalui akun Facebook pribadinya, pada Rabu (22/7/2026). Nanik menyataka,n keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan, di mana ia harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Langkah pengunduran diri ini menjadi sorotan publik mengingat BGN saat ini tengah berhadapan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Spekulasi dan Klarifikasi Dokumen

Sebelum pengumuman tersebut mencuat, publik dihebohkan oleh sejumlah spekulasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pegawai BGN sempat terlihat mendatangi kediaman Nanik di Perumahan Raffles Hills, Depok, untuk mengantarkan berkas-berkas dokumen. Pengiriman tersebut menggunakan kendaraan Toyota Innova Zenix tanpa atribut BGN, meski para pegawai tetap mengenakan seragam resmi lembaga.

Menanggapi berbagai isu yang beredar, Nanik memberikan klarifikasi terbuka melalui media sosialnya. Ia menegaskan kondisi kesehatannya benar-benar menurun dan saat ini sudah berada di luar negeri untuk menjalani perawatan medis.

Ia juga meluruskan foto dirinya bersama Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, yang sempat beredar di masyarakat. Nanik menyebut foto tersebut merupakan dokumentasi lama saat ia menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta pada 10 Juli 2026 lalu.

Nanik menyayangkan maraknya narasi liar yang menyudutkan dirinya pascapengunduran diri tersebut.

“Apakah Nanik Sudaryati Deyang benar sakit atau ditunggu Kejaksaan, KPK, atau entah apalagi berita dibuat? Sehari kemarin kok berita berkembang demikian liar,” ujar Nanik pada Jumat (24/7/2026). “Kok bisa segitunya membuat berita supaya di-share terus-menerus dan bisa jadi bahan bully-an.”

Pelantikan Kepala BGN Baru

Merespons kekosongan kepemimpinan di BGN, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan melantik mantan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai Kepala BGN yang baru pada Rabu (22/7/2026).

Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, menegaskan bahwa pembenahan tata kelola MBG akan menjadi prioritas utamanya. Ia tak menampik adanya berbagai masalah administrasi dan hukum di lembaga tersebut sebelumnya.

“Bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum, ketidaktransparanan, dan hal-hal lain, selama ini ada,” tegas Sudaryono usai pelantikan.

Dinamika Kepemimpinan dan Langkah Pengawasan

Pergantian ini menambah catatan perombakan kepemimpinan di BGN yang telah terjadi sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, Kepala BGN pertama, Dadan Hindayana, dicopot usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola MBG periode 2025–2026.

Nanik, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, ditunjuk menggantikan Dadan. Namun, masa kepemimpinannya hanya bertahan selama 45 hari.

Selama masa jabatannya yang singkat, Nanik sempat menginisiasi beberapa langkah reformasi. Di antaranya membentuk 11 tim reformasi internal, memberlakukan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, hingga melakukan penyesuaian fokus penerima prioritas program.

Meski telah mundur, Nanik mengungkapkan, bahwa Presiden sempat mempertimbangkan pembentukan Dewan Pengawas BGN dan meminta dirinya untuk terlibat di dalam dewan tersebut nantinya. Saat ini, Nanik mengaku sempat berkomunikasi via telepon dengan Jaksa Agung, walau belum membeberkan rincian isi pembicaraan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) belum memberikan pernyataan resmi terkait komunikasi maupun status hukum terkini terkait dinamika di tubuh BGN.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup