Puluhan Siswa dan Guru SDN 1 Sumberagung Jetis Bantul Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Gambar ilustrasi

M-Radar News, Bantul – Puluhan siswa dan guru SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Selasa (8/9/2026), tercatat sebanyak 50 siswa dan tiga guru mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Dua siswa di antaranya masih menjalani rawat inap, sementara sejumlah siswa dan seorang guru belum masuk sekolah karena kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asek 1) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan kejadian tersebut bermula saat siswa dan guru menyantap menu MBG pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Menu yang dikonsumsi saat itu terdiri dari potato wedges, buah semangka, sayur buncis wortel, tempe garit, bistik, dan galantin. “Ada 50 anak dan tiga guru yang mengalami keluhan (gejala keracunan makanan) tersebut,” ujar Hermawan dikutib detikjogja.

Pada hari yang sama, sejumlah siswa mulai mengalami gejala seperti diare, sakit perut, dan pusing. Namun, saat itu sebagian wali murid menganggap keluhan tersebut hanya akibat masuk angin dan belum mengaitkannya dengan makanan MBG.

Meski demikian, salah seorang guru mulai mencurigai adanya kaitan dengan menu MBG. Kecurigaan tersebut muncul karena tekstur galantin yang disajikan dalam ompreng dinilai berbeda.

“Hari Jumat itu sebenarnya ada guru yang mulai curiga karena kondisi tekstur galantin pada ompreng berbeda,” jelas Hermawan.

Dugaan keracunan semakin menguat setelah seorang guru mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas pada Minggu (6/9/2026). Kondisinya bahkan membuat guru tersebut kesulitan untuk bangun.

Atas kondisi tersebut, para guru kemudian menanyakan melalui grup orang tua murid apakah terdapat siswa lain yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat.

“Karena diduga akibat mengonsumsi MBG, guru-guru menanyakan ke grup orang tua murid apakah ada keluhan pascamengonsumsi MBG hari Jumat,” ungkap Hermawan.

Banyak Siswa Tidak Masuk Sekolah

Pada Senin (7/9/2026), jumlah siswa yang tidak masuk sekolah karena mengalami sakit perut dan diare masih cukup banyak. Sementara siswa yang tetap hadir juga masih mengeluhkan sakit perut, mual, dan diare.

Pihak sekolah kemudian mendata siswa yang mengalami keluhan dan mengantarkan mereka satu per satu ke rumah masing-masing.

“Kemarin, Senin (7/9) masih banyak murid yang tidak berangkat sekolah karena sakit perut dan diare. Murid yang berangkat juga masih banyak yang mengeluh sakit perut, mual dan diare,” kata Hermawan.

Menurutnya, hingga hari ini, jumlah siswa dan guru yang mengalami keluhan tidak bertambah. Dokter dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga telah datang ke sekolah untuk memeriksa siswa yang masih mengalami gejala.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup