Persiba Balikpapan Hijrah Homebase di Stadion Surajaya Lamongan di Liga Championship 2026/2027
M-Radar News, Lamongan – Persiba Balikpapan resmi menetapkan Stadion Surajaya Lamongan, sebagai homebase untuk Liga Championship musim 2026/2027. Keputusan ini diumumkan seiring dengan penetapan jadwal resmi oleh operator kompetisi I.League yang mencantumkan Stadion Surajaya sebagai venue laga kandang Persiba.
Langkah hijrah homebase tersebut merupakan strategi Persiba untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dengan mayoritas kontestan grup timur berbasis di Pulau Jawa, memilih markas di Jawa dinilai dapat menekan biaya logistik dan meminimalisir perjalanan jauh yang harus ditempuh jika tetap bermain di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Persiba bukan satu-satunya klub luar Jawa yang memindahkan homebase. Sebelumnya, Persipura Jayapura sudah memilih Stadion Delta Sidoarjo, dan PS Biak menggunakan Stadion Jaka Samudera Gresik. Sementara itu, hanya PS Barito Putra yang masih mempertahankan homebase di wilayah asalnya.
Persiapan Stadion dan Fasilitas
Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan sebagai pengelola Stadion Surajaya, mengonfirmasi adanya surat resmi dari Persiba terkait penggunaan stadion selama satu musim penuh.
Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah menyampaikan, bahwa proses administrasi tengah berjalan untuk memenuhi persyaratan kedua pihak.
“Karena Stadion Surajaya, akan digunakan bersama oleh Persiba dan tim tuan rumah Persela Lamongan, pemeliharaan fasilitas menjadi prioritas utama,” ujarnya, pada Selasa (18/8/2026).
Salah satu fokus utama adalah perawatan rumput lapangan yang telah dilakukan lebih dari dua minggu terakhir dengan larangan penggunaan lapangan selama masa perawatan.
Hal ini juga berdampak pada aktivitas latihan Persela, yang sementara harus mengungsi ke lapangan sepak bola Polda Jawa Timur.
Konteks dan Dampak Pemindahan Homebase
Dominasi peserta Grup B Liga Championship 2026/2027 yang sebagian besar berbasis di Pulau Jawa menjadi alasan utama perpindahan homebase klub-klub dari luar Jawa.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga pada dinamika kompetisi dan persiapan tim. Dengan markas di Jawa, Persiba diharapkan dapat lebih fokus dalam menjalani laga kandang dengan dukungan fasilitas yang memadai.
Keputusan ini menggambarkan adaptasi klub-klub sepak bola Indonesia terhadap tantangan geografis dan logistik dalam kompetisi nasional yang semakin kompetitif. Pengelolaan stadion yang baik juga menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kompetisi dan kenyamanan bagi pemain serta penonton.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










