Atasi Minim Murid, Dinas Pendidikan Tuban Siapkan Sistem Pembelajaran Multigrade
M-Radar News, Tuban – Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, menyiapkan penerapan sistem pembelajaran multigrade atau kelas rangkap untuk mengatasi sekolah negeri yang kekurangan murid.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Irma Putri Kartika menyatakan, bahwa kebijakan ini membutuhkan persiapan matang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Irma menjelaskan, bahwa sosialisasi intensif menjadi agenda utama sebelum kebijakan diberlakukan. “Nanti kami akan menerapkan multigrade, hanya saja saat ini masih banyak yang harus dipersiapkan. Termasuk sosialisasi ke masyarakat, khususnya orang tua siswa agar tidak terjadi salah paham,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selain sosialisasi kepada wali murid, Dinas Pendidikan juga akan membina para tenaga pendidik. Langkah ini diperlukan agar pelaksanaan kelas rangkap sesuai dengan standar operasional, sehingga siswa tetap mendapatkan hak belajar sesuai jenjang kelas masing-masing.
Irma menyebutkan, implementasi penuh sistem kelas rangkap kemungkinan baru bisa direalisasikan pada semester kedua mendatang. Pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil langkah yang berisiko menurunkan kualitas pendidikan.
“Kami tidak ingin tujuannya menjadi salah kaprah. Sehingga persiapannya memang harus matang sebelum diterapkan,” tambahnya.
Berdasarkan pemantauan Dinas Pendidikan, beberapa sekolah di Tuban sudah secara mandiri merangkap kelas akibat minimnya jumlah siswa maupun keterbatasan guru. Namun, praktiknya dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan standar pendidikan yang layak.
Melalui kebijakan baru ini, pemerintah berupaya merangkul dan melakukan pembinaan agar metode pembelajaran menjadi lebih ideal.
“Metode pembelajarannya perlu dibenahi. Daripada mereka selama ini sudah menerapkan sistem itu tapi belum sesuai dengan standar, lebih baik kami bina terlebih dahulu,” tegas Irma.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai opsi penggabungan atau merger bagi sekolah yang kekurangan murid, Irma menyatakan bahwa langkah tersebut belum menjadi prioritas utama.
Fokus utama Dinas Pendidikan saat ini adalah melakukan pembenahan dari dalam tanpa harus membebani pihak sekolah untuk mencari murid dengan cara-cara yang memberatkan.
“Tujuan kami saat ini membenahi dari dalam, bukan sekadar mendorong, menekan, atau memaksa sekolah mencari siswa bagaimanapun caranya. Ya meski nanti efeknya tidak langsung, mungkin baru akan terlihat perubahannya tahun depan,” katanya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









