Simulasi ZI Jadi Ajang Evaluasi Kesiapan MAN Sumenep Menuju Tahap Nasional

Simulasi ZI Jadi Ajang Evaluasi Kesiapan MAN Sumenep Menuju Tahap Nasional

M-Radar News, MAN Sumenep mengikuti simulasi wawancara Zona Integritas (ZI) yang digelar Kementerian Agama RI secara daring pada Kamis, 23 Juli 2026, di Gedung Workshop MAN Sumenep. Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi kesiapan madrasah menuju penilaian nasional ZI Tahun 2026.

Sebanyak 35 satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama yang lolos seleksi administrasi mengikuti simulasi tersebut. Kegiatan dipandu oleh Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama RI, Siti Mudayaroh.

Dalam arahannya, Siti Mudayaroh mengingatkan peserta untuk menguasai substansi pembangunan Zona Integritas. Peserta diminta memahami seluruh data pendukung serta mampu menjelaskan berbagai inovasi pelayanan secara jelas dan berbasis bukti.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penyampaian saat wawancara dengan Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Pada simulasi tersebut, pimpinan satuan kerja diuji terkait implementasi enam area perubahan Zona Integritas. Keenam area itu meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam menyempurnakan kesiapan madrasah sebelum menghadapi penilaian nasional.

“Melalui simulasi ini kami memperoleh banyak masukan untuk memperkuat penyampaian materi, eviden, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan di MAN Sumenep. Ini menjadi bekal yang sangat berharga menjelang penilaian nasional,” ujarnya.

Zaini menambahkan, pembangunan Zona Integritas di MAN Sumenep tidak hanya ditujukan untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menurutnya, hal itu juga sebagai komitmen dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan.

“Kami optimistis dapat mengikuti seluruh tahapan penilaian dengan baik. Yang terpenting adalah bagaimana budaya kerja yang berintegritas terus tumbuh dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kepada peserta didik maupun masyarakat,” kata Zaini.

MAN Sumenep merupakan salah satu satuan kerja yang diusulkan meraih predikat WBK dan WBBM. Melalui berbagai persiapan yang dilakukan, madrasah ini berharap mampu memberikan hasil terbaik pada Penilaian Nasional Zona Integritas Tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen sebagai lembaga pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup