Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Digerebek, Raup Untung Rp864 Juta dari Oli Bekas

Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Digerebek, Raup Untung Rp864 Juta dari Oli Bekas

M-Radar News, Jakarta Barat – Polisi berhasil menggerebek sebuah pabrik oli palsu yang beroperasi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Para pelaku menjalankan praktik ilegal dengan mengolah oli bekas menjadi tampak seperti oli baru, kemudian dijual dengan kemasan yang meniru produk resmi Pertamina. Dari aksi ini, para pelaku diduga meraup keuntungan hingga Rp864 juta sejak tahun 2025.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, menjelaskan bahwa para pelaku mengumpulkan oli bekas yang berwarna hitam pekat dari wilayah Banten dan Jakarta Utara. Oli bekas tersebut kemudian dicampur dengan bahan kimia seperti DDN dan parafin untuk menjernihkan warna agar tampak seperti oli baru. Namun, meskipun warnanya berubah jernih, kualitas oli tetap merupakan oli bekas yang sudah digunakan.

Selain mengolah oli bekas, pelaku juga memalsukan kemasan dengan mencetak tulisan dan logo yang menyerupai merek asli Pertamina. Kemasan ini bahkan meliputi drum dan tutup kemasan yang dibuat sedemikian rupa untuk mengelabui konsumen yang membeli oli tersebut dengan harga setara oli resmi.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 18 drum oli rekondisi, 10 drum bahan oli, serta berbagai perlengkapan produksi dan pengemasan oli palsu. Tiga tersangka yang diamankan berinisial Y, H, dan K, dengan peran mulai dari pemodal hingga pengolah oli bekas.

Praktik ini berpotensi membahayakan mesin kendaraan karena oli yang dipalsukan sebenarnya sudah kehilangan kualitasnya meskipun tampak jernih. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dan memeriksa keaslian oli sebelum membeli, khususnya produk yang mengaku resmi dari Pertamina.

Pengungkapan kasus ini menjadi penting untuk menekan peredaran produk ilegal yang merugikan konsumen dan industri pelumas resmi. Polisi juga berjanji akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan modus operandi pelaku.

Kasus ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan konsumen terhadap produk oli, terutama yang dijual dengan harga mirip oli asli namun kualitasnya diragukan. Pemeriksaan kemasan dan pembelian di tempat resmi menjadi langkah utama untuk menghindari kerugian akibat oli palsu.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup